{"id":20158,"date":"2025-06-12T21:21:00","date_gmt":"2025-06-12T12:21:00","guid":{"rendered":"https:\/\/seasiaonline.com\/?p=20158"},"modified":"2025-06-12T22:09:16","modified_gmt":"2025-06-12T13:09:16","slug":"kfi-dan-technoserve-resmikan-millers-for-nutrition-di-indonesia-fokus-perkuat-ketahanan-gizi-bangsa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/seasiaonline.com\/?p=20158","title":{"rendered":"KFI dan TechnoServe Resmikan Millers for Nutrition di Indonesia, Fokus Perkuat Ketahanan Gizi Bangsa"},"content":{"rendered":"<p>Millers for Nutrition, koalisi global pemangku kepentingan fortifikasi pangan, secara resmi telah diluncurkan di Indonesia. Koalisi ini berdedikasi untuk mendukung para penggilingan pangan dalam memfortifikasi makanan pokok, seperti tepung terigu, minyak goreng, dan beras dengan mikronutrien esensial demi meningkatkan luaran gizi nasional. Peluncuran ini berlangsung dalam acara &#8220;Fortifikasi Pangan Skala Besar (LSFF) untuk Kesehatan, Status Gizi, dan Produktivitas,&#8221; yang diselenggarakan bersama oleh Yayasan Kegizian untuk Pengembangan Fortifikasi Pangan Indonesia (KFI) dan TechnoServe. <\/p>\n<p><b>Jakarta,<br \/>\nIndonesia<\/b> \u2013 Asta Cita, yang merupakan bagian dari Rencana Pembangunan<br \/>\nJangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029, adalah rencana strategis yang<br \/>\nmenggariskan tujuan pembangunan Indonesia untuk lima tahun ke depan. Ini adalah<br \/>\nbagian dari visi besar Indonesia Emas 2045, yang bertujuan mewujudkan bangsa<br \/>\nyang berdaulat, maju, dan berkelanjutan. <\/p>\n<p>Salah satu kendala dalam mencapai visi<br \/>\ntersebut adalah masih tingginya prevalensi defisiensi mikronutrien, termasuk<br \/>\nanemia defisiensi besi, defisiensi iodium, dan defisiensi vitamin A. Kondisi<br \/>\nkekurangan gizi ini berpotensi meningkatkan angka kematian ibu dan anak,<br \/>\nmenghambat tumbuh kembang serta kecerdasan anak, memperburuk penyakit infeksi,<br \/>\nserta mengurangi produktivitas dan potensi hidup sehat.<\/p>\n<p>Pengalaman<br \/>\nmenunjukkan bahwa fortifikasi pangan wajib adalah cara paling efektif dan<br \/>\nefisien untuk mengatasi defisiensi mikronutrien, dengan imbal hasil investasi<br \/>\nyang relatif tinggi. Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN)<br \/>\n2025-2045 telah menetapkan fortifikasi pangan skala besar (LSFF) sebagai salah<br \/>\nsatu program untuk meningkatkan status kesehatan dan gizi penduduk.<\/p>\n<p>Fortifikasi<br \/>\nadalah proses penambahan vitamin dan mineral esensial ke dalam makanan pokok<br \/>\nuntuk mengatasi defisiensi mikronutrien, sebuah tantangan yang memengaruhi<br \/>\nlebih dari 3 miliar orang di seluruh dunia. Kekurangan gizi ini mengikis<br \/>\nproduktivitas, membebani sistem layanan kesehatan, dan memperlambat pembangunan<br \/>\nekonomi. <\/p>\n<p>Fortifikasi pangan adalah solusi yang terbukti efektif dan hemat biaya<br \/>\nuntuk membantu penduduk suatu negara mengakses gizi yang lebih baik tanpa<br \/>\nmengubah pola konsumsi mereka.<\/p>\n<p>Pertemuan ini<br \/>\nbertujuan untuk memperkuat kemitraan di antara para pemangku kepentingan dalam<br \/>\nmeningkatkan kualitas program fortifikasi pangan yang bermanfaat bagi<br \/>\nmasyarakat sekaligus meningkatkan keberlanjutan bisnis.<\/p>\n<p>Millers for<br \/>\nNutrition, koalisi global pemangku kepentingan fortifikasi pangan, secara resmi<br \/>\ntelah diluncurkan di Indonesia. Koalisi ini berdedikasi untuk mendukung para<br \/>\npenggilingan pangan dalam memfortifikasi makanan pokok, seperti tepung terigu,<br \/>\nminyak goreng, dan beras dengan mikronutrien esensial demi meningkatkan luaran<br \/>\ngizi nasional. <\/p>\n<p>Peluncuran ini berlangsung dalam acara &#8220;Fortifikasi Pangan<br \/>\nSkala Besar (LSFF) untuk Kesehatan, Status Gizi, dan Produktivitas,&#8221; yang<br \/>\ndiselenggarakan bersama oleh Yayasan Kegizian untuk Pengembangan Fortifikasi Pangan<br \/>\nIndonesia (KFI) dan TechnoServe. <\/p>\n<p>Perwakilan dari Pemerintah Indonesia dan para<br \/>\npelaku industri terkemuka turut hadir dalam acara tersebut, termasuk<br \/>\nKementerian Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia (BAPPENAS),<br \/>\nBadan Pangan Nasional, PERUM BULOG, APTINDO, GIMNI, AIMMI, PERPADI, dan<br \/>\nsejumlah produsen pangan terfortifikasi. <\/p>\n<p>KFI adalah<br \/>\nsatu-satunya yayasan fortifikasi pangan di Indonesia yang paling dihormati,<br \/>\nterdiri dari pakar senior di bidangnya dan mantan pembuat kebijakan pemerintah<br \/>\nyang terkemuka. KFI dan Millers for Nutrition memiliki kepedulian yang serupa<br \/>\nterhadap kualitas terbaik dan keberlanjutan LSFF.<\/p>\n<p>Saat ini,<br \/>\nMillers for Nutrition beroperasi di delapan negara di seluruh Afrika dan Asia:<br \/>\nBangladesh, Ethiopia, India, Indonesia, Kenya, Nigeria, Pakistan, dan Tanzania.<br \/>\nPendekatan inovatif koalisi ini menghubungkan Mitra Fortifikasi Strategis,<br \/>\npakar teknis, dan mitra ekosistem lainnya untuk memberikan bantuan teknis<br \/>\nterbaik di kelasnya serta layanan konsultasi bisnis. <\/p>\n<p>Melalui model ini, para<br \/>\npenggilingan pangan dapat memperkuat kualitas pangan, meningkatkan daya saing<br \/>\noperasional, dan membuka peluang pasar baru. Produsen penggilingan percontohan<br \/>\njuga akan mendapatkan pengakuan melalui visibilitas media dan acara-acara<br \/>\npenting.<\/p>\n<p>&#8220;Kami<br \/>\nsangat gembira memperkenalkan Millers for Nutrition di Indonesia,&#8221; ujar<br \/>\nMonojit Indra, Senior Practice Leader TechnoServe dan Program Leader, Millers<br \/>\nfor Nutrition Asia. <\/p>\n<p>&#8220;Kami ingin menyatukan para pemangku kepentingan yang<br \/>\nbersemangat untuk mendukung produsen penggilingan dan pengolah pangan di<br \/>\nIndonesia dalam mencapai keunggulan fortifikasi dan mendorong perubahan berarti<br \/>\ndalam perjuangan melawan malnutrisi. Bersama, kita dapat mengubah masa depan<br \/>\ngizi di Indonesia.&#8221;<\/p>\n<p>Sementara itu,<br \/>\nDeputi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Kementerian Perencanaan<br \/>\nPembangunan Nasional Republik Indonesia (BAPPENAS), Amich Alhumami, MA, M.Ed,<br \/>\nPhD, menyampaikan pidato utama yang menyoroti lanskap gizi Indonesia dan peran<br \/>\nkrusial pangan terfortifikasi dalam meningkatkan status kesehatan dan gizi<br \/>\nnegara.<\/p>\n<p>\u201cProgram<br \/>\nfortifikasi wajib telah menjadi komitmen bersama, tidak hanya di tingkat<br \/>\nnasional, tetapi juga internasional,\u201d ujar Amich dalam pidato yang disampaikan<br \/>\noleh Direktur Kesehatan dan Gizi Masyarakat Kementerian PPN\/Bappenas Diah<br \/>\nLenggogeni.<\/p>\n<p>Lebih lanjut,<br \/>\nia mengakui bahwa salah satu permasalahan yang dihadapi dalam pembangunan SDM<br \/>\nadalah kekurangan zat gizi mikro yang prevalensinya masih cukup tinggi. Hal ini<br \/>\nmerupakan tantangan dari seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah,<br \/>\nswasta, Lembaga swadaya masyarakat, dan akademisi.<\/p>\n<p>&#8220;Maka<br \/>\nitu, program Fortifikasi Pangan Skala Besar memerlukan kemitraan yang sinergis<br \/>\nantara pemerintah, industri pangan, dan organisasi pendukung seperti organisasi<br \/>\nprofesi\/akademisi, mitra pembangunan, LSM bidang kesehatan, gizi dan<br \/>\nfortifikasi,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Sesi panel<br \/>\nutama menampilkan perwakilan dari asosiasi industri minyak goreng, tepung<br \/>\nterigu, dan beras, yang membahas tantangan dan peluang terkait implementasi<br \/>\nstandar fortifikasi pangan di Indonesia. Acara ditutup dengan pemberian<br \/>\npenghargaan oleh Mitra Fortifikasi Strategis, sebagai bentuk pengakuan kepada<br \/>\nprodusen penggilingan dan asosiasi berkinerja tinggi atas komitmen mereka dalam<br \/>\nmenyediakan makanan pokok terfortifikasi dan meningkatkan profil gizi negara.<br \/>\nPara penerima penghargaan tersebut adalah:<\/p>\n<p>\u00b7\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0<br \/>\nPenghargaan Kepemimpinan Fortifikasi Tepung<br \/>\nTerigu Indonesia &#8211; Asosiasi Produsen Tepung Terigu Indonesia (APTINDO)<\/p>\n<p>\u00b7\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0<br \/>\nPenghargaan Kepemimpinan Fortifikasi Minyak<br \/>\nGoreng Indonesia &#8211; Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI)<\/p>\n<p>\u00b7\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0<br \/>\nPenghargaan Kepemimpinan Fortifikasi Minyak<br \/>\nGoreng Indonesia &#8211; Asosiasi Industri Minyak Makan Indonesia (AIMMI)<\/p>\n<p>\u00b7\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0<br \/>\nPenggerak Fortifikasi Beras Indonesia &#8211; Ir.<br \/>\nSutarto Alimoeso, MM<\/p>\n<p>Dan sejumlah produsen<br \/>\nberas fortifikasi sebagai Pionir Industri Beras Fortifikasi di Indonesia:<\/p>\n<p>\u00b7\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0<br \/>\nPT. Thara Jaya Niaga<\/p>\n<p>\u00b7\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0<br \/>\nPT. Food Station Tjipinang Jaya (PERSERODA)<\/p>\n<p>\u00b7\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0<br \/>\nPT. Sinar Makmur Komoditas<\/p>\n<p>\u00b7\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0<br \/>\nPT. Microfin Cipta Perdana<\/p>\n<p>\u00b7\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0<br \/>\nPT. Dewa Tunggal Abadi<\/p>\n<p>\u00b7\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0<br \/>\nPT. Siamo Berkah Sejahtera <\/p>\n<p>\u00b7\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0<br \/>\nPERUM BULOG<\/p>\n<p>\u00b7\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0<br \/>\nPT. Buyung Poetra Sembada Tbk <\/p>\n<p>\u00b7\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0<br \/>\nPT. Pangan Nabati Umbi Nusantara<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Millers for Nutrition, koalisi global pemangku kepentingan fortifikasi pangan, secara resmi telah diluncurkan di Indonesia. Koalisi ini berdedikasi untuk mendukung para penggilingan pangan dalam memfortifikasi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":20160,"comment_status":"close","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-20158","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-indonesia"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/20158","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=20158"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/20158\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":20159,"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/20158\/revisions\/20159"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/20160"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=20158"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=20158"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=20158"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}