{"id":20236,"date":"2025-06-13T16:25:00","date_gmt":"2025-06-13T07:25:00","guid":{"rendered":"https:\/\/seasiaonline.com\/?p=20236"},"modified":"2025-06-13T17:08:45","modified_gmt":"2025-06-13T08:08:45","slug":"dukung-swasembada-baja-nasional-krakatau-steel-dorong-kebijakan-yang-berpihak-pada-industri-nasional","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/seasiaonline.com\/?p=20236","title":{"rendered":"Dukung Swasembada Baja Nasional, Krakatau Steel Dorong Kebijakan yang Berpihak pada Industri Nasional"},"content":{"rendered":"<p>PT Krakatau Steel (Persero) Tbk menegaskan pentingnya kebijakan yang berpihak pada industri nasional dalam mendukung upaya swasembada baja nasional. Dengan permintaan baja domestik yang diproyeksikan mencapai lebih dari 100 juta ton pada tahun 2045, Krakatau Steel menilai bahwa kebijakan yang mendukung pertumbuhan industri baja dalam negeri menjadi kunci bagi ketahanan ekonomi nasional.\n<\/p>\n<p>Direktur Utama Krakatau Steel, Muhamad Akbar Djohan, menyatakan bahwa<br \/>\nindustri baja nasional membutuhkan dukungan konkret dari pemerintah agar dapat<br \/>\nbersaing secara sehat di pasar domestik yang semakin terbuka. \u201cKami sangat<br \/>\nmengapresiasi langkah-langkah pemerintah dalam mendorong pertumbuhan industri<br \/>\nbaja nasional. Kami percaya bahwa penerapan kebijakan yang berpihak pada industri dalam negeri akan menjadi fondasi<br \/>\nbagi kemandirian sektor baja Indonesia,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Akbar menekankan bahwa kebijakan yang mendukung industri baja harus<br \/>\ndirancang untuk menjaga stabilitas pasar dan mengantisipasi masuknya produk<br \/>\nbaja impor murah yang sering kali dijual di bawah harga keekonomian. \u201cTanpa<br \/>\nkebijakan perlindungan yang tepat, industri baja dalam negeri akan sulit<br \/>\nberkembang dan rentan terhadap praktik perdagangan yang tidak adil,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Selain itu, Akbar juga menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah,<br \/>\nindustri, dan pemangku kepentingan lainnya dalam menyusun peta jalan industri<br \/>\nbaja nasional yang komprehensif. \u201cKebijakan perlindungan harus dikombinasikan<br \/>\ndengan insentif industri, kebijakan energi yang mendukung, serta pengembangan<br \/>\ninfrastruktur pendukung agar industri baja nasional siap menghadapi tantangan<br \/>\nglobal,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p>Pengamat Industri Baja dan Pertambangan, Widodo Setiadharmaji,<br \/>\nmendukung langkah Krakatau Steel dalam mendorong kebijakan yang berpihak pada<br \/>\nindustri baja nasional. Widodo merujuk pada keberhasilan kebijakan di sektor<br \/>\npertanian yang mampu menciptakan swasembada beras. \u201cKeberhasilan Indonesia<br \/>\ndalam mencapai swasembada beras tidak terlepas dari kebijakan yang konsisten,<br \/>\nmulai dari stabilisasi harga, perlindungan pasar domestik, hingga insentif bagi<br \/>\npetani. Hal serupa perlu diterapkan pada industri baja agar dapat tumbuh<br \/>\nberkelanjutan,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Widodo menegaskan bahwa, \u201cBaja adalah bahan pokok bagi keberlangsungan<br \/>\nhidup industri nasional. Hanya dengan kebijakan yang berpihak pada industri<br \/>\nbaja nasional\u2014seperti yang juga diterapkan di berbagai negara\u2014Indonesia dapat<br \/>\nmembangun kemandirian industri nasional.\u201d<\/p>\n<p>Sebagai BUMN industri baja terbesar di Indonesia, Krakatau Steel<br \/>\nberkomitmen untuk menjadi motor penggerak transformasi industri baja nasional.<br \/>\n\u201cKami siap berkolaborasi dengan pemerintah dalam mewujudkan kebijakan yang<br \/>\nadil, efektif, dan berpihak pada industri baja nasional, demi tercapainya<br \/>\nswasembada baja nasional yang berkelanjutan,\u201d pungkas Akbar. (*)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PT Krakatau Steel (Persero) Tbk menegaskan pentingnya kebijakan yang berpihak pada industri nasional dalam mendukung upaya swasembada baja nasional. Dengan permintaan baja domestik yang diproyeksikan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":20238,"comment_status":"close","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-20236","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-indonesia"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/20236","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=20236"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/20236\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":20237,"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/20236\/revisions\/20237"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/20238"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=20236"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=20236"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=20236"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}