{"id":20688,"date":"2025-06-19T10:00:00","date_gmt":"2025-06-19T01:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/seasiaonline.com\/?p=20688"},"modified":"2025-06-19T10:09:13","modified_gmt":"2025-06-19T01:09:13","slug":"asyiknya-wisata-fermentasi-ke-purwokerto","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/seasiaonline.com\/?p=20688","title":{"rendered":"Asyiknya Wisata Fermentasi Ke Purwokerto"},"content":{"rendered":"<p>Pada tanggal 31 Mei sampai 1 Juni 2025, Gerakan Fermentasi Nusantara mengadakan Tur Fermentasi dengan tujuan Kota Purwokerto dan Kabupaten Banyumas.<\/p>\n<p>Pada tanggal 31 Mei sampai 1 Juni 2025, Gerakan Fermentasi Nusantara mengadakan Tur Fermentasi dengan tujuan Kota Purwokerto dan Kabupaten Banyumas.<\/p>\n<p>Budaya<br \/>\nfermentasi yang paling terkenal dari Kota Purwokerto adalah tempe mendoan,<br \/>\ndengan pusat produksi di Sawangan. Tempe mendoan merupakan tempe yang<br \/>\ndifermentasi secara khusus, di mana lapisan kacang kedelai difermentasikan<br \/>\nlembar demi lembar dengan dibungkus daun pisang, baru kemudian digoreng dengan<br \/>\ncampuran tepung beras dan tepung sagu serta ditaburi irisan daun bawang.<\/p>\n<p>Sawangan<br \/>\nmasih hiruk-pikuk, penuh pengunjung ketika rombongan tiba di sana. Tampak<br \/>\nrak-rak dengan jajaran bungkusan daun pisang yang berisi tempe mendoan memenuhi<br \/>\nsatu sisi dinding Eco 21, lokasi yang dikunjungi oleh Tur Fermentasi. Beberapa<br \/>\npelanggan sudah memesan tempe mentahnya, sehingga terlihat nomor-nomor pesanan<br \/>\npada bungkusnya. Wajan-wajan besar siap menggoreng mendoan, dengan pelayan yang<br \/>\nsigap menggoreng dan membungkus mendoan matang dalam besek bambu, sebuah<br \/>\nkearifan lokal ramah lingkungan. Pelanggan tampak mengantre membeli tempe<br \/>\nmendoan, baik mentah maupun matang. Rupanya, tempe di Sawangan masih menjadi<br \/>\nprimadona<\/p>\n<p>Kemudian,<br \/>\nrombongan juga mengunjungi Kabupaten Banyumas. Terletak kira-kira satu jam<br \/>\nperjalanan dari Kota Purwokerto, Desa Wlahar menjadi sentra salah satu produk<br \/>\nminuman fermentasi tradisional yang bernama ciu. Minuman ini diproduksi<br \/>\nturun-temurun selama ratusan tahun dengan proses yang masih otentik. Bahan<br \/>\nbakunya adalah ramuan tape singkong, tape ketan, dan air gula aren \u2013 semuanya<br \/>\nhasil fermentasi tradisional yang kemudian didestilasi dengan peralatan<br \/>\ntradisional berupa guci dan pipa bambu sehingga menjadi produk akhir minuman<br \/>\nciu. Penggunaan bahan fermentasi beraroma sedap sebagai bahan dasar menjadikan<br \/>\nciu memiliki rasa dan aroma yang khas, mengingatkan pada minuman kuno seperti<br \/>\ntampo yang sudah tercatat ada di Jawa dalam Serat Centhini, sebuah karya sastra<br \/>\ndari awal abad ke-19.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" style=\"width: 100%\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/H6_s_Eb_ylTWnSEV3HlmYQ\/3a028a5d-f953-43a7-48b9-f1f1c64a8d00\/public\" alt=\"Peserta Tour Budaya Fermentasi dan Destilasi Fermenusa berphoto bersama usai menyantap makanan khas Purwokerto.\" \/><\/p>\n<p>Dalam<br \/>\nacara santap malam bersama warga di Desa Wlahar, Gerakan Fermentasi Nusantara<br \/>\nbersama Punggawa Budaya Nusantara menyampaikan apresiasi kepada Desa Wlahar<br \/>\ndan\u00a0 Deskart Sotyo Jatmiko, S.H., M.I.P.,<br \/>\nsebagai salah satu pembina budaya di sana. Acara dihadiri juga oleh Narsim\/Oho<br \/>\nsebagai Kepala Desa Wlahar dan Sugiarto dari Pajatra. Dalam sambutannya, Narsim<br \/>\nmenjelaskan bahwa peranan budaya sangat penting dalam kehidupan ekonomi desa<br \/>\nseraya memberikan harapan agar mendapat dukungan pemerintah untuk regulasi yang<br \/>\nlebih akomodatif terhadap produk UMKM. Deskart Jatmiko, dalam kata sambutannya,<br \/>\nbanyak bercerita mengenai pengalamannya yang mendalam tentang berbagai jalinan<br \/>\nbudaya di Kabupaten Banyumas sambil terus memberi semangat untuk memajukan<br \/>\nbudaya.<\/p>\n<p>Setelah<br \/>\nacara seremonial selesai, Desa Wlahar menghadirkan sajian khas untuk santap<br \/>\nmalam: nasi bungkus daun jati dengan kecambah goreng dan tempe yang sedap.<br \/>\nSebagai lauk disajikan juga ayam gecok \u2013 hidangan khas yang mirip mangut, tapi<br \/>\nmenggunakan santan dingin, sehingga menghadirkan sensasi adem yang khas. Gorys<br \/>\nWarung dari Jakarta meramaikan suasana dengan membuat <i>cocktail <\/i>menggunakan ciu,<br \/>\ndari aroma jeruk nipis sampai rasa manisan mangga. Suasana guyub dan akrab<br \/>\nterus berlanjut sampai larut malam, seiring dengan rasa syukur atas lestarinya<br \/>\nkearifan budaya fermentasi di Kabupaten Banyumas dan Kota Purwokerto.<br \/>\nHarapannya tentu saja agar kegiatan pelestarian budaya ini bisa terus berlanjut<br \/>\ndi masa depan dan semakin berkembang menjadi produk unggulan Indonesia.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pada tanggal 31 Mei sampai 1 Juni 2025, Gerakan Fermentasi Nusantara mengadakan Tur Fermentasi dengan tujuan Kota Purwokerto dan Kabupaten Banyumas. Pada tanggal 31 Mei [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":20690,"comment_status":"close","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-20688","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-indonesia"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/20688","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=20688"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/20688\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":20689,"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/20688\/revisions\/20689"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/20690"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=20688"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=20688"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=20688"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}