{"id":22080,"date":"2025-07-03T13:57:00","date_gmt":"2025-07-03T04:57:00","guid":{"rendered":"https:\/\/seasiaonline.com\/?p=22080"},"modified":"2025-07-03T14:08:53","modified_gmt":"2025-07-03T05:08:53","slug":"krakatau-steel-tandatangani-nota-kesepahaman-pada-brics-matchmaking-meeting-di-beijing","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/seasiaonline.com\/?p=22080","title":{"rendered":"Krakatau Steel Tandatangani Nota Kesepahaman  pada BRICS Matchmaking Meeting di Beijing"},"content":{"rendered":"<p>Jakarta &#8211; PT Krakatau Steel (Persero) Tbk menandatangani nota kesepahaman bersama Xiamien ITG Group Co., Ltd. (International Trade Group\/ITG) dan PT Dexin Steel Indonesia dalam acara BRICS Innovation Base Industry Project Matchmaking Meeting di Beijing, China, pada 28 Juni 2025. Acara yang diadakan dalam rangka memperdalam kerja sama industri di antara negara-negara anggota BRICS ini diselenggarakan oleh BRICS Partnership on New Industry Revolution Innovation Center Innovation Base yang berpusat di Xiamen, China. Vice President of Strategic Material &amp; Service Procurement Krakatau Steel Ridho Indra Permana hadir sebagai perwakilan Krakatau Steel dalam penandatangan nota kesepahaman ini. Indonesia dalam hal ini turut berpartisipasi mengingat pada tanggal 6 Januari 2025 Indonesia resmi menjadi anggota penuh blok ekonomi BRICS (Brazil, Russia, India, China, South Africa).<\/p>\n<p>\u201cPada acara ini Krakatau Steel sebagai<br \/>\nbagian dari delegasi Indonesia, berkolaborasi dengan Xiamen ITG Group Co,. Ltd.<br \/>\ndan PT Dexin Steel Indonesia dalam kerja sama untuk produk-produk baja seperti <i>Slab,<br \/>\nHot Rolled Coil<\/i>, maupun potensi kerja sama lainnya,\u201d jelas Direktur Utama<br \/>\nKrakatau Steel Akbar Djohan.<\/p>\n<p>Dalam event ini dikumpulkan 200<br \/>\nperwakilan dari negara-negara yang tergabung dalam BRICS dan mitranya serta<br \/>\nberfokus pada pembangunan platform kerja sama inovatif yang mengintegrasikan<br \/>\npencocokan proyek, pertukaran teknologi maupun kolaborasi industri. <\/p>\n<p>\u201cSecara total ada 12 proyek dengan<br \/>\nnilai melebihi 30 miliar Yuan (USD4,18 miliar) di mana Krakatau Steel menjadi<br \/>\nsalah satu perusahaan asal Indonesia yang menandatangani nota kesepahaman dalam<br \/>\nacara ini. Proyek-proyek ini merupakan proyek dengan skala investasi<br \/>\nbesar, cakupan bidang yang luas dan tingkat kerja sama tinggi. Saat seluruh<br \/>\nproyek terealisasi, ini akan memberikan dorongan besar terhadap pengembangan<br \/>\nbasis inovasi BRICS,\u201d tambah Akbar.<\/p>\n<p>Sekretaris Komite Partai Kota Xiamen<br \/>\nCui Yonghui mengatakan bahwa acara ini telah memilih proyek-proyek industri<br \/>\nberkualitas tinggi yang mencakup berbagai bidang utama seperti <i>digital manufacturing<\/i>, <i>green and low-carbon development<\/i>,<br \/>\nkesehatan, serta penelitian dan inovasi ilmiah yang memiliki potensi pasar yang<br \/>\nsangat besar serta menawarkan ruang yang luas untuk kerja sama.<\/p>\n<p>Menutup pernyataannya Akbar Djohan<br \/>\nmenyatakan antusiasmenya terhadap kerja sama dan kolaborasi ini yang terjalin<br \/>\npada event BRICS ini. Krakatau Steel sangat terbuka terhadap kerja sama<br \/>\nstrategis berskala global baik dalam bisnis baja maupun non baja. Kerja Sama<br \/>\ndengan ITG bahkan dapat memperluas pangsa pasar baja Asia Tenggara ke pasar<br \/>\ninternasional.<\/p>\n<p>&#8220;Krakatau Steel terus berupaya<br \/>\nmelakukan peningkatan kinerja salah satunya dengan menangkap peluang potensi<br \/>\nkerja sama strategis berskala global. Sudah saatnya Krakatau Steel mendunia,<br \/>\nsemakin luas cakupan pasar yang kita kembangkan, maka semakin besar peluang<br \/>\nkolaborasi dan kerja sama yang terjalin sehingga Krakatau Steel menjadi lebih<br \/>\nhebat lagi di masa depan,&#8221; pungkas Akbar Djohan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta &#8211; PT Krakatau Steel (Persero) Tbk menandatangani nota kesepahaman bersama Xiamien ITG Group Co., Ltd. (International Trade Group\/ITG) dan PT Dexin Steel Indonesia dalam [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":22082,"comment_status":"close","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-22080","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-indonesia"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/22080","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=22080"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/22080\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":22081,"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/22080\/revisions\/22081"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/22082"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=22080"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=22080"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=22080"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}