{"id":25713,"date":"2025-08-07T13:46:50","date_gmt":"2025-08-07T04:46:50","guid":{"rendered":"https:\/\/seasiaonline.com\/?p=25713"},"modified":"2025-08-07T14:08:48","modified_gmt":"2025-08-07T05:08:48","slug":"india-dan-indonesia-perkuat-kepemimpinan-kawasan-melalui-jakarta-futures-forum-2025","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/seasiaonline.com\/?p=25713","title":{"rendered":"India dan Indonesia Perkuat Kepemimpinan Kawasan Melalui Jakarta Futures Forum 2025"},"content":{"rendered":"\n<p>Jakarta, 7 Agustus 2025 \u2014 Dalam lanskap geopolitik global yang semakin kompleks dan dipenuhi ketidakpastian, Indonesia dan India menegaskan komitmennya untuk memimpin terbentuknya tatanan Indo-Pasifik yang lebih inklusif, tangguh, dan berorientasi pada kerja sama. Komitmen ini menjadi inti dari Jakarta Futures Forum (JFF) 2025, sebuah forum strategis tahunan yang diselenggarakan oleh Kedutaan Besar India di Jakarta bekerja sama dengan Observer Research Foundation (ORF) India dan Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Indonesia.<\/p>\n<p>Forum ini mengusung tema \u201cSecuring Seas, Strengthening Cooperation\u201d, dan berlangsung selama dua hari, 5\u20136 Agustus 2025, di Hotel JW Marriott, Mega Kuningan, Jakarta. Lebih dari sekadar konferensi, JFF menjadi ruang dialog yang mempertemukan diplomat, pemimpin pemikiran, akademisi, dan pelaku industri dari berbagai negara untuk merumuskan kerja sama konkret di tengah arsitektur global yang tengah bertransformasi.<\/p>\n<h3>Membangun Kepemimpinan Lokal di Indo-Pasifik<\/h3>\n<p><img decoding=\"async\" style=\"width: 100%\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/H6_s_Eb_ylTWnSEV3HlmYQ\/03a8f835-3abc-42e4-f0f6-9cadb0a50b00\/public\" alt=\"Image\" \/><\/p>\n<p>Presiden ORF, Samir Saran, membuka forum dengan pernyataan tegas mengenai pentingnya hubungan strategis India dan Indonesia di kawasan. Ia menyebut bahwa hubungan bilateral ini bahkan lebih signifikan dibandingkan dengan relasi India dengan negara-negara seperti Inggris, Jepang, atau Jerman\u2014namun masih sering luput dari perhatian kebijakan luar negeri India.<\/p>\n<p>\u201cKontribusi relasi ini terhadap perekonomian, masyarakat, dan industri kita akan menjadi penanda penting dalam dekade mendatang,\u201d ujarnya. \u201cDan kawasan Indo-Pasifik hanya akan berkembang jika India dan Indonesia secara aktif membentuk dan memilikinya\u201d.<\/p>\n<p>Samir menekankan bahwa forum seperti JFF penting untuk menciptakan ruang dialog antar negara Global South, guna menjawab tantangan keberlanjutan, konektivitas, teknologi, dan kerja sama maritim.<\/p>\n<p>\u201cKita tidak sedang mencari keseragaman pandangan, tetapi justru merayakan keberagaman perspektif. Itulah yang akan memperkuat evolusi kawasan ini,\u201d imbuhnya.<\/p>\n<h3>Laut sebagai Pusat Identitas dan Tantangan<\/h3>\n<p><img decoding=\"async\" style=\"width: 100%\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/H6_s_Eb_ylTWnSEV3HlmYQ\/3707f869-65c3-4666-4472-cd62c5e1df00\/public\" alt=\"Image\" \/><\/p>\n<p>Direktur Eksekutif CSIS, Yose Rizal Damuri, menyambut para peserta dengan menyoroti relevansi tema forum terhadap karakter geografis Indonesia sebagai negara kepulauan.<\/p>\n<p>\u201cSejak berabad-abad lalu, pelaut Nusantara telah menjelajahi kawasan yang kini dikenal sebagai Indo-Pasifik, membentuk jaringan dagang dan konektivitas yang menjadi cikal bakal globalisasi,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Namun kini, sambung Yose, laut yang dulunya menjadi penghubung, justru menjadi ajang persaingan strategis. Dalam kondisi global yang tidak pasti dan institusi multilateral yang melemah, forum seperti ini menjadi sarana untuk membangun kembali kepercayaan dan kolaborasi.<\/p>\n<p>\u201cPertanyaan mendasarnya tetap sama: bagaimana kita bisa bekerja sama dan memastikan manfaatnya dirasakan secara merata, bukan hanya oleh segelintir pihak?\u201d katanya.<\/p>\n<h3>Diplomasi Maritim dan Ekonomi Regional<\/h3>\n<p><img decoding=\"async\" style=\"width: 100%\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/H6_s_Eb_ylTWnSEV3HlmYQ\/c14a8c78-193b-4eb7-6d72-eae4106d9600\/public\" alt=\"Image\" \/><\/p>\n<p>Duta Besar India untuk Indonesia, Sandeep Chakravorty, menyoroti akar sejarah hubungan India\u2013Asia Tenggara yang dibangun melalui jalur laut, bukan darat. Ia menggarisbawahi pentingnya kembali memanfaatkan potensi maritim sebagai tulang punggung ekonomi dan konektivitas regional.<\/p>\n<p>\u201cHubungan ini bukan sekadar historis; ia kini menjadi relevan secara ekonomi dan geopolitik. Kita harus menggunakannya untuk membentuk masa depan kawasan yang kita inginkan bersama,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Dubes Sandeep juga menyoroti data perdagangan yang menunjukkan kedalaman relasi ekonomi kedua negara: Indonesia adalah mitra dagang terbesar India di ASEAN, sementara India menjadi pembeli utama batu bara dan minyak sawit dari Indonesia. Ia mendorong penyegaran kesepakatan perdagangan ASEAN\u2013India agar mencerminkan perubahan pola perdagangan yang lebih terkini.<\/p>\n<p>\u201cTanpa kerja sama erat antara India dan Indonesia, akan sulit bagi kita untuk mencapai visi besar menjelang satu abad kemerdekaan masing-masing,\u201d pungkasnya.<\/p>\n<h3>Tentang Jakarta Futures Forum: Platform Strategis Kawasan<\/h3>\n<p><img decoding=\"async\" style=\"width: 100%\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/H6_s_Eb_ylTWnSEV3HlmYQ\/bbb6b9c7-b4b8-4172-5d8a-f419e8984900\/public\" alt=\"Image\" \/><\/p>\n<p>Jakarta Futures Forum dirancang sebagai forum lintas negara untuk merumuskan kolaborasi konkret di tengah transformasi sistem global. Tahun ini, forum terbagi ke dalam rangkaian panel diskusi tematik, sesi makan malam diplomatik, serta roundtable tertutup yang mempertemukan pemangku kepentingan dari pemerintahan, lembaga riset, dunia usaha, dan masyarakat sipil.<\/p>\n<p>Beberapa sesi penting di dalam forum ini antara lain:<\/p>\n<p>\u25e6 Inaugural Plenary: \u201cThe Blue Symphony: Knitting a New Era of Partnerships\u201d \u2014 membahas pergeseran dari aliansi rigid ke bentuk-bentuk kerja sama bilateral dan plurilateral yang lebih adaptif.<\/p>\n<p>\u25e6 Late Night Session: \u201cBuilding the Next Consensus: Indonesia, India, and the Wild Wild West\u201d \u2014 mengeksplorasi kemungkinan India dan Indonesia menjadi arsitek utama keamanan dan tata kelola kawasan Indo-Pasifik di tengah krisis kepemimpinan global.<\/p>\n<p>\u25e6 Panel Diskusi Tematik, termasuk:<\/p>\n<p>\u2022 From Innovation to Inclusion \u2014 membahas pembiayaan transisi energi di Global South<\/p>\n<p>\u2022 Connecting Commerce \u2014 memperkuat perdagangan lintas BRICS dan Afrika<\/p>\n<p>\u2022 Seeds of Change \u2014 reformasi sistem pangan di kawasan<\/p>\n<p>\u2022 Securing the Blue Commons \u2014 membangun arsitektur keamanan maritim Indo-Pasifik<\/p>\n<p>\u2022 The New Silk Arcs \u2014 konektivitas baru antara Indo-Pasifik, Afrika, dan Atlantik<\/p>\n<p>\u2022 The DPI Dividend \u2014 peran infrastruktur digital publik (DPI) dalam mendukung inovasi Global South<\/p>\n<p>Forum ini ditutup dengan sesi reflektif bertajuk \u201c2025: A Year of Surprises\u201d, yang merangkum dinamika geopolitik sepanjang tahun serta memetakan arah kawasan menjelang 2026.<\/p>\n<p>Jakarta Futures Forum 2025 membuktikan bahwa Indonesia dan India tidak hanya berbagi warisan sejarah, tetapi juga visi masa depan bersama. Di tengah krisis tatanan global dan semakin menguatnya blok-blok kekuasaan, kedua negara tampil sebagai jangkar stabilitas dan pemimpin regional yang siap mendorong kerja sama lebih luas di Indo-Pasifik\u2014dari maritim, digital, energi, hingga ketahanan pangan. Forum ini pun menegaskan pentingnya narasi baru yang dikendalikan sendiri oleh negara-negara Global South, bukan hanya sebagai objek, tetapi sebagai subjek dalam membentuk dunia yang lebih adil dan seimbang.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta, 7 Agustus 2025 \u2014 Dalam lanskap geopolitik global yang semakin kompleks dan dipenuhi ketidakpastian, Indonesia dan India menegaskan komitmennya untuk memimpin terbentuknya tatanan Indo-Pasifik [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":25715,"comment_status":"close","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-25713","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-indonesia"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/25713","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=25713"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/25713\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":25714,"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/25713\/revisions\/25714"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/25715"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=25713"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=25713"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=25713"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}