{"id":25758,"date":"2025-08-07T19:21:40","date_gmt":"2025-08-07T10:21:40","guid":{"rendered":"https:\/\/seasiaonline.com\/?p=25758"},"modified":"2025-08-07T20:08:37","modified_gmt":"2025-08-07T11:08:37","slug":"kebijakan-golden-share-as-jadi-momentum-perkuat-kedaulatan-industri-baja-nasional","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/seasiaonline.com\/?p=25758","title":{"rendered":"Kebijakan Golden Share AS Jadi  Momentum Perkuat Kedaulatan Industri Baja Nasional"},"content":{"rendered":"<p>JAKARTA, 7 Agustus 2025 \u2013 Pengamat Industri Baja dan Pertambangan, Widodo Setiadharmaji, memandang kebijakan golden share (saham istimewa) yang diterapkan pemerintah Amerika Serikat (AS) dalam akuisisi US Steel sebagai pelajaran penting bagi Indonesia untuk memperkuat kendali negara di sektor industri strategis.<\/p>\n<p>Langkah pemerintahan<br \/>\nDonald Trump pada 12 Juni 2025 yang mewajibkan adanya\u00a0<i>golden share<\/i>\u00a0bagi<br \/>\nnegara dalam proses akuisisi US Steel oleh Nippon Steel Jepang senilai US$14,9<br \/>\nmiliar, menandai pergeseran paradigma global. Kebijakan ini menegaskan bahwa<br \/>\nperan negara sangat vital dalam mengendalikan arah industri strategis seperti<br \/>\nbaja.<\/p>\n<p>&#8220;Langkah AS itu<br \/>\nmencerminkan sebuah titik balik. Negara yang selama puluhan tahun menjadi<br \/>\nkampiun pasar bebas, kini merasa perlu menjadi pemain aktif untuk menjaga<br \/>\nkepentingan nasionalnya,&#8221; ujar Widodo Setiadharmaji di Jakarta.<\/p>\n<p>Dalam kasus US<br \/>\nSteel,\u00a0<i>golden share<\/i>\u00a0bukan sekadar simbol, melainkan instrumen<br \/>\nhukum dalam kerangka\u00a0<i>National Security Agreement<\/i>\u00a0(NSA) yang<br \/>\nmemberikan hak veto kepada Presiden AS.\u00a0Hak veto ini mencakup penolakan<br \/>\nterhadap keputusan strategis, seperti mengubah komitmen investasi, memindahkan<br \/>\nkantor pusat, merelokasi produksi, hingga menutup fasilitas vital di<br \/>\nAS.\u00a0Melalui skema ini, AS memastikan arah perusahaan tetap sejalan dengan<br \/>\nkepentingan nasional meskipun kepemilikan mayoritas beralih ke pihak asing.<\/p>\n<p>PT Krakatau Steel (Persero)<br \/>\nTbk\/KS Groupyang dipimpin Akbar Djohan sebagai Direktur Utama dimana merupakan BUMN<br \/>\ndi sektor baja memandang fenomena ini sangat relevan bagi Indonesia bagi bisnis<br \/>\nmaupun meningkatkan kesejahteraan Rakyat Indonesia. \u00a0KS Group sendiri terdapat beberapa pelajaran<br \/>\npenting yang dapat ditarik:<\/p>\n<p><b>Afirmasi Sektor Strategis:<\/b>\u00a0Kasus ini menegaskan bahwa industri baja memiliki<br \/>\n     peran vital yang melampaui kepentingan bisnis, karena terkait langsung<br \/>\n     dengan infrastruktur, manufaktur, dan pertahanan.<b>Instrumen Kontrol Efektif:<\/b><i>Golden share<\/i>\u00a0terbukti menjadi alat<br \/>\n     hukum yang kuat bagi negara untuk mengontrol keputusan perusahaan tanpa<br \/>\n     harus memiliki saham mayoritas.<b>Pelengkap Peran BUMN:<\/b>\u00a0Kebijakan<br \/>\n     ini menawarkan alternatif bagi Indonesia, karena Negara dapat memiliki<br \/>\n     kendali pada entitas swasta strategis tanpa menanggung beban kepemilikan<br \/>\n     penuh.<\/p>\n<p>&#8220;Indonesia<br \/>\nsebenarnya telah memiliki instrumen serupa, yaitu Saham Seri A Dwiwarna. Namun,<br \/>\nimplementasinya perlu dioptimalkan dan diperkuat kerangka hukumnya agar<br \/>\nbenar-benar efektif,&#8221; tambah Widodo.<\/p>\n<p>Widodo Setiadharmaji<br \/>\nsepakat bahwa sudah saatnya Indonesia mempertimbangkan secara serius perpaduan<br \/>\nantara penguatan BUMN dan penggunaan instrumen hukum seperti\u00a0<i>golden<br \/>\nshare<\/i>\u00a0secara lebih sistematis. Tanpa kehadiran negara yang kuat dan<br \/>\ninstrumen kendali yang efektif, kedaulatan industri hanya akan menjadi wacana<br \/>\ndan cita-cita menjadikan baja sebagai tulang punggung pembangunan nasional akan<br \/>\nsulit terwujud.<\/p>\n<p>(***)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA, 7 Agustus 2025 \u2013 Pengamat Industri Baja dan Pertambangan, Widodo Setiadharmaji, memandang kebijakan golden share (saham istimewa) yang diterapkan pemerintah Amerika Serikat (AS) dalam [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":25760,"comment_status":"close","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-25758","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-indonesia"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/25758","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=25758"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/25758\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":25759,"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/25758\/revisions\/25759"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/25760"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=25758"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=25758"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=25758"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}