{"id":26739,"date":"2025-08-17T12:41:10","date_gmt":"2025-08-17T03:41:10","guid":{"rendered":"https:\/\/seasiaonline.com\/?p=26739"},"modified":"2025-08-17T13:09:45","modified_gmt":"2025-08-17T04:09:45","slug":"sentuhan-yang-mengikat-emosi-sensory-marketing-jadi-strategi-baru-brand-kecantikan-menarik-gen-z","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/seasiaonline.com\/?p=26739","title":{"rendered":"Sentuhan yang Mengikat Emosi: Sensory Marketing Jadi Strategi Baru Brand Kecantikan Menarik Gen Z"},"content":{"rendered":"\n<p><i>Jakarta, Agustus 2025<\/i> \u2014 Industri kecantikan global kini tidak hanya menjual hasil akhir di wajah, tetapi juga p<b>engalaman menyeluruh yang terasa melalui indera.<\/b> Mulai dari tekstur, aroma, hingga suara dan desain kemasan, <b>strategi sensory marketing<\/b> tengah menjadi pendekatan populer di kalangan brand kecantikan\u2014khususnya untuk menjangkau Gen Z yang sangat mengutamakan koneksi emosional dengan brand.<\/p>\n<h3>\u2728 Why Sensory Marketing Works for Gen Z?<\/h3>\n<p>Generasi Z adalah generasi yang tumbuh di tengah kelelahan digital, overstimulation, dan keinginan kuat untuk kembali ke hal-hal yang nyata dan personal. Di tengah cepatnya tren yang berganti setiap hari, Gen Z mencari <b>produk yang punya rasa, cerita, dan sensasi.<\/b><\/p>\n<p>Dengan sensory marketing, brand tidak hanya menyentuh permukaan kulit\u2014tetapi juga menyentuh perasaan.<\/p>\n<h3>\ud83c\udf08 Brand Kecantikan Dunia yang Sukses Terapkan Sensory Marketing<\/h3>\n<h4>1. Rhode by Hailey Bieber <\/h4>\n<p>Setiap produk Rhode dirancang dengan tekstur seperti glaze, warna netral yang calming, dan kemasan yang halus serta ergonomis. Bahkan campaign-nya mengedepankan sensasi &#8220;effortless hydration&#8221; yang terasa saat produk menyentuh bibir dan kulit.<\/p>\n<h4>2. Rare Beauty <\/h4>\n<p>Rare Beauty dikenal dengan aplikator yang empuk dan \u201cklik\u201d magnetik saat ditutup\u2014menciptakan tactile satisfaction. Formula yang ringan dan tekstur yang &#8220;cushiony&#8221; juga membuat penggunanya merasa lebih intimate dengan produknya.<\/p>\n<h4>3. Glossier <\/h4>\n<p>Pioneer dalam sensory branding: dari desain kemasan yang minimalis namun taktil, hingga aroma khas milky-clean yang membuat penggunanya merasa nyaman. Unboxing Glossier sendiri adalah bagian dari sensasinya.<\/p>\n<h4>4. Sheglam <\/h4>\n<p>Menggabungkan warna playful dan tekstur creamy dalam eyeshadow dan lip product-nya. Banyak dari kampanye mereka meng-highlight ASMR, swatch satisfying, dan kemasan \u201cclicky\u201d yang bikin candu secara sensorial.<\/p>\n<h4>5. Jacquelle Espresso Brush: Menyentuh Indra, Menghadirkan Emosi<\/h4>\n<p>Salah satu brand lokal yang sukses memadukan strategi ini adalah Jacquelle Beaut\u00e9 melalui produk terbarunya: <b>Espresso Multitasking Brush.<\/b> Terinspirasi dari pengalaman minum kopi di pagi hari, koleksi brush ini bukan hanya fungsional, tapi juga dirancang untuk <b>menghadirkan sensasi comforting, deep, dan hangat layaknya espresso pertama yang kamu nikmati di awal hari.<\/b><\/p>\n<h3>Beauty Is Not Just Seen, But Felt<\/h3>\n<p>Sensory marketing bukan sekadar tren, tapi <b>cara baru membangun loyalitas emosional.<\/b> Produk yang terasa nyata, memicu kenangan atau memberikan rasa tenang menjadi lebih dari sekadar alat kecantikan\u2014mereka jadi bagian dari keseharian dan identitas penggunanya.<\/p>\n<p><b>Dari New York ke Jakarta, dari Glossier hingga Jacquelle, beauty is getting personal. And Gen Z loves it that way.<\/b><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta, Agustus 2025 \u2014 Industri kecantikan global kini tidak hanya menjual hasil akhir di wajah, tetapi juga pengalaman menyeluruh yang terasa melalui indera. Mulai dari [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":26741,"comment_status":"close","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-26739","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-indonesia"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/26739","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=26739"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/26739\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":26740,"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/26739\/revisions\/26740"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/26741"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=26739"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=26739"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=26739"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}