{"id":27666,"date":"2025-08-27T17:30:54","date_gmt":"2025-08-27T08:30:54","guid":{"rendered":"https:\/\/seasiaonline.com\/?p=27666"},"modified":"2025-08-27T18:08:35","modified_gmt":"2025-08-27T09:08:35","slug":"dari-surakarta-ke-surabaya-mangkunegaran-menyalakan-semangat-budaya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/seasiaonline.com\/?p=27666","title":{"rendered":"\u201cDari Surakarta ke Surabaya: Mangkunegaran Menyalakan Semangat Budaya\u201d"},"content":{"rendered":"\n<p>Surabaya &#8211;\u00a0Di tengah zaman yang melaju cepat, ketika generasi muda<br \/>\nsering dicap apatis terhadap sejarah dan tradisi, sebuah momen bermakna terjadi<br \/>\ndi panggung IdeaFest Surabaya 2025 x Youthpreneur Fest. Komunitas Punggawa<br \/>\nBudaya Nusantara, yang diinisiasi oleh anak-anak muda, sec ara resmi menganugerahkan Plakat<br \/>\nKehormatan kepada Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Mangkunagara X (Gusti<br \/>\nBhre). <\/p>\n<p>Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi<br \/>\nbeliau dalam dan mengenalkan budaya dengan cara yang relevan dan membumi kepada<br \/>\ngenerasi Z\u2014sebuah generasi yang sering kali dianggap jauh dari akar sejarahnya.<\/p>\n<p>Di tangan Gusti Bhre, budaya tak lagi menjadi beban<br \/>\nwarisan yang berat, tetapi justru hadir sebagai kekuatan yang menginspirasi,<br \/>\nmembentuk identitas, dan mendorong arah baru dalam perekonomian dan cara hidup<br \/>\nanak muda hari ini. Sebagai pemimpin termuda dalam sejarah Mangkunegaran, Gusti<br \/>\nBhre telah membuktikan bahwa kepemimpinan tradisional bisa berjalan selaras<br \/>\ndengan era digital.<\/p>\n<p>Dalam sesi IdeaTalks, Gusti Bhre menekankan bahwa budaya<br \/>\ntidak seharusnya dipandang sebagai beban, melainkan sebagai modal penting bagi<br \/>\nmasa depan. \u201cBudaya yang datang dari masa lalu bukanlah beban bagi generasi<br \/>\nmuda, tetapi potensi kuat untuk kemajuan ekonomi,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Ia<br \/>\nmenambahkan, kekuatan budaya Indonesia dapat memberi dampak besar jika kembali<br \/>\ndikenali dan dimanfaatkan oleh generasi muda. \u201cEkonomi kuat karena budaya kuat.<br \/>\nBudaya kuat karena ekonomi kuat,\u201d<\/p>\n<p>Pernyataan tersebut bukan hanya retorika. Di bawah<br \/>\nkepemimpinan Gusti Bhre, Mangkunegaran telah menjalankan berbagai transformasi:<br \/>\nmembuka kanal interaktif publik seperti <a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/info.mn\/\">@info.mn <\/a>\u00a0dan <a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/pracima.mn\/\">@pracima.mn<\/a>\u00a0, guna mendigitalisasi arsip-arsip budaya, serta menciptakan ruang partisipasi yang<br \/>\naktif bagi generasi muda. Keraton tak lagi hanya menjadi tempat upacara, tetapi<br \/>\njuga ruang dialog dan kolaborasi lintas generasi.<\/p>\n<p>Transformasi ini mendapat sambutan hangat dari pelaku<br \/>\nindustri kreatif yang hadir di festival tersebut. Salah satunya adalah Wiwi<br \/>\nPaimun, CEO <a href=\"https:\/\/onukachocolate.com\/\">Onuka Chocolate<\/a>, yang turut menjadi exhibitor.<\/p>\n<p>\u201cSaya<br \/>\nsangat terinspirasi. Visi beliau menguatkan apa yang kami coba<br \/>\nlakukan\u2014mengangkat budaya dalam produk. Packaging cokelat Onuka juga tersemat<br \/>\ncerita rakyat Indonesia,\u201d ungkap Wiwi, yang dikenal sebagai pelaku UMKM artisan<br \/>\ncokelat asli Indonesia.<\/p>\n<p>Mangkunegaran bukan sekadar keraton\u2014ia adalah simbol<br \/>\nperjuangan. Berdiri atas tekad Pangeran Sambernyawa, kerajaan ini lahir dari<br \/>\nkeberanian. Semangat yang dimiliki Mangkunegaran ini memiliki korelasi dengan<br \/>\nKota Surabaya yang terkenal dengan keberanian nyali penduduknya, hal itu pun<br \/>\nbukan kebetulan semata. Kakek Gusti Bhre tercatat sebagai salah satu pahlawan<br \/>\nnasional yang menorehkan jejak perjuangannya di Surabaya. <\/p>\n<p>Founder <a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/punggawabudayanusantara\/\">Punggawa Budaya Nusantara<\/a>, Nathan Santoso, turut<br \/>\nmemberikan pandangan dalam penyerahan plakat tersebut<i>. <\/i>\u201cBanyak orang<br \/>\nlupa bahwa Surabaya dan Mangkunegaran punya sejarah perlawanan yang saling<br \/>\nberkait. Mangkunegaran bukan kerajaan pasif. Ia lahir dari perang. Ia mewakili<br \/>\nkeberanian. Dan hari ini, semangat itu tidak lagi berupa senjata, tetapi berupa<br \/>\nkeyakinan untuk menjadikan budaya sebagai alat perjuangan yang baru\u2014yang lembut<br \/>\ntapi mengakar, yang tidak membakar, tapi mengubah.\u201d<\/p>\n<p>Plakat Kehormatan yang diberikan oleh Punggawa Budaya<br \/>\nNusantara bukan sekadar simbol seremonial. Ia menjadi pernyataan generasi baru<br \/>\nyang menyadari pentingnya budaya\u2014dan kini turut memperjuangkannya. Generasi<br \/>\nyang dulu dianggap jauh dari sejarah, justru kini berdiri di garda depan untuk<br \/>\nmerayakan tokoh yang berhasil mengubah persepsi budaya dari sesuatu yang<br \/>\nmembebani menjadi sesuatu yang membebaskan.(*)<\/p>\n<p><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Surabaya &#8211;\u00a0Di tengah zaman yang melaju cepat, ketika generasi muda sering dicap apatis terhadap sejarah dan tradisi, sebuah momen bermakna terjadi di panggung IdeaFest Surabaya [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":27668,"comment_status":"close","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-27666","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-indonesia"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/27666","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=27666"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/27666\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":27667,"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/27666\/revisions\/27667"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/27668"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=27666"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=27666"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=27666"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}