{"id":30513,"date":"2025-09-29T11:00:55","date_gmt":"2025-09-29T02:00:55","guid":{"rendered":"https:\/\/seasiaonline.com\/?p=30513"},"modified":"2025-09-29T11:08:40","modified_gmt":"2025-09-29T02:08:40","slug":"kontribusi-kita-pada-emisi-kata","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/seasiaonline.com\/?p=30513","title":{"rendered":"Kontribusi Kita pada Emisi Kata"},"content":{"rendered":"<p>Oleh Dr. Criscentia Jessica Setiadi<br \/>\n(Dosen Creative Digital English, BINUS University)\n<\/p>\n<p>Hingar<br \/>\nbingar dan hiruk pikuk media sosial sudah menjadi \u201cmakanan\u201d kita sehari-hari.<br \/>\nAlgoritme berkualitas menaikkan kuantitas penggunaan platform-platform itu,<br \/>\nmeskipun demikian tidaklah tepat untuk \u201cmenyalahkan\u201d algoritme sepenuhnya.<br \/>\nSebuah artikel yang ditulis Charles Brooke, seorang kolumnis untuk<br \/>\nGuardian.com, pada 2013 melekat dalam benak saya selama ini. Ia menulis tentang<br \/>\nkeputusannya untuk beristirahat sejenak dari penggunaan Internet karena Ia<br \/>\ntidak mau berkontribusi pada \u201cEmisi Kata\u201d. Brooke melihat reaksi manusia yang<br \/>\ncepat tanggap dan tanpa pikir panjang terhadap topik-topik terkini sebagai<br \/>\nsebuah fenomena Emisi Kata, contohnya: \u201cjika peramal cuaca memberikan informasi<br \/>\nyang salah pada acara BBC jam 8.45 pagi, siangnya dapat kita temukan 86 kolom<br \/>\npenuh amarah, 95 blog putus asa, setengah juta kicauan masam, dan sebuah meme<br \/>\nlucu hasil Photoshop.\u201d Kata \u2018emisi\u2019 itu sendiri yang artinya \u2018hasil pembuangan\u2019<br \/>\nmenyiratkan kehampaan makna dari reaksi-reaksi tersebut. Emisi yang berlebihan<br \/>\nmenghasilkan limbah, jadi dalam hal ini Emisi Kata dapat berujung pada polusi<br \/>\ninformasi. Pertanyaannya, apakah kita berkontribusi pada Emisi Kata?<\/p>\n<p>Media<br \/>\nbaru tidak lagi memiliki saringan timbang ukur yang dimiliki oleh media<br \/>\ntraditional. Kesempatan untuk memproduksi, mendistribusi, dan mengonsumsi<br \/>\nkonten digital secara bebas menciptakan publik yang produktif (Artieri, 2012).<br \/>\nMeskipun 12 tahun sudah berlalu sejak pengalaman Brooke menjedakan diri dari<br \/>\nInternet, saat ini manusia masih berperilaku serupa dengan contoh yang Ia<br \/>\npaparkan, hanya saja dengan mode yang berbeda. Pada dasarnya, kebutuhan manusia<br \/>\nuntuk berkomunikasi akan selalu diwadahi oleh perkembangan teknologi.<br \/>\nIronisnya, tulisan ini juga dapat termasuk sebagai wujud emisi jika kontribusi<br \/>\nkata-kata saya hanya dirasa pembaca sebagai luapan sesaat dan tanpa arah.<br \/>\nKembali ke pertanyaan sebelumnya, dengan menggunakan konsep Emisi, manusia<br \/>\ndianggap seperti \u201cmembuang\u201d kata-kata dan bukan \u201cmenghasilkan\u201d. Dengan<br \/>\ndemikian, Pekerjaan Rumah kita adalah untuk mengubah Emisi (<i>emission<\/i>)<br \/>\nmenjadi Komisi (<i>commission<\/i>), sebuah intensi yang lebih terarah sehingga<br \/>\nkontribusi kita dalam berkata-kata adalah wujud komunikasi dari manusia yang<br \/>\nproduktif and kreatif.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh Dr. Criscentia Jessica Setiadi (Dosen Creative Digital English, BINUS University) Hingar bingar dan hiruk pikuk media sosial sudah menjadi \u201cmakanan\u201d kita sehari-hari. Algoritme berkualitas [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":30515,"comment_status":"close","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-30513","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-indonesia"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/30513","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=30513"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/30513\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":30514,"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/30513\/revisions\/30514"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/30515"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=30513"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=30513"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=30513"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}