{"id":31361,"date":"2025-10-08T15:34:42","date_gmt":"2025-10-08T06:34:42","guid":{"rendered":"https:\/\/seasiaonline.com\/?p=31361"},"modified":"2025-10-08T16:09:18","modified_gmt":"2025-10-08T07:09:18","slug":"kementerian-pu-membuka-layanan-hotline-158-untuk-bangunan-pesantren-sekolah-panti-asuhan-yayasan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/seasiaonline.com\/?p=31361","title":{"rendered":"Kementerian PU Membuka Layanan Hotline 158 Untuk Bangunan Pesantren\/Sekolah\/Panti Asuhan\/Yayasan"},"content":{"rendered":"<p>Jakarta, 8 Oktober 2025 &#8211; Pemerintah mengambil langkah cepat pascamusibah yang terjadi di Pondok Pesantren Al Khoziny, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo. Merespons insiden tersebut, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) langsung membuka jalur hotline khusus bagi masyarakat atau pengelola pondok pesantren yang ingin berkonsultasi mengenai keandalan bangunan gedungnya. Layanan ini tidak terbatas untuk pesantren, tetapi juga dibuka untuk panti asuhan, sekolah, maupun yayasan.<\/p>\n<p>Layanan konsultasi ini dapat diakses secara<br \/>\nmudah melalui dua kanal. Pertama,<br \/>\nmelalui telepon di nomor 158 yang beroperasi pada hari kerja, Senin hingga<br \/>\nJumat, pukul 08.30\u201316.00 WIB. Kedua, melalui WhatsApp Center di nomor 0815<br \/>\n10000 158 dengan memilih menu \u201cLayanan Konsultasi Pesantren\/Panti<br \/>\nAsuhan\/Sekolah\/Yayasan\u201d. Seluruh layanan konsultasi dan pendampingan ini<br \/>\ndiberikan tanpa memungut biaya alias gratis, sebagai wujud dukungan konkret<br \/>\npemerintah terhadap para penyelenggara pendidikan berbasis masyarakat.<\/p>\n<p>Menteri<br \/>\nPU, Dody Hanggodo, menyatakan bahwa program ini merupakan langkah nyata untuk<br \/>\nmemperkuat sistem keamanan pada bangunan pendidikan keagamaan. Selain itu,<br \/>\ninisiatif ini juga bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai betapa<br \/>\npentingnya izin dan kelayakan teknis sebuah bangunan di seluruh Indonesia.<\/p>\n<p>\u201cHotline<br \/>\nini kami buka agar masyarakat, khususnya pesantren, dapat melapor atau meminta<br \/>\npendampingan bila merasa bangunannya rawan ambruk atau belum memiliki izin<br \/>\nbangunan. Tim Kementerian PU di seluruh Indonesia siap turun langsung melakukan<br \/>\npengecekan dan pendampingan,\u201d ujar Menteri Dody.<\/p>\n<p>Langkah<br \/>\ncepat ini menjadi bagian dari upaya pembinaan bangunan gedung secara nasional<br \/>\nyang lebih luas. Fokus utamanya adalah lembaga-lembaga pendidikan keagamaan<br \/>\nyang pada umumnya dibangun secara swadaya oleh masyarakat.<\/p>\n<p>Tidak<br \/>\nhanya pendampingan, Kementerian PU juga menyiapkan dukungan untuk renovasi dan<br \/>\nrekonstruksi. Bantuan ini akan diprioritaskan bagi pesantren yang memenuhi<br \/>\nkriteria tertentu, seperti bangunan berusia lebih dari 50 tahun, menampung<br \/>\nlebih dari 500 santri, memiliki tingkat risiko tinggi, terdiri lebih dari dua<br \/>\nlantai, serta dibangun tanpa melibatkan tenaga kerja konstruksi yang<br \/>\nbersertifikat.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" style=\"width: 100%\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/H6_s_Eb_ylTWnSEV3HlmYQ\/d73e3d47-71ab-4401-e0f6-2576cfc66500\/public\" alt=\"Helm Putih \u2013 Bapak Dody Hanggodo Menteri Pekerjaan Umum\" \/><\/p>\n<p>\u201cKami<br \/>\ningin memastikan bangunan pesantren aman dan sesuai standar teknis. Banyak<br \/>\npesantren berdiri dengan semangat gotong royong, namun belum semuanya<br \/>\nmemperhatikan aspek struktur dan perizinan. Karena itu, kami membuka<br \/>\npendampingan gratis agar proses perizinan dan asesmen berjalan baik,\u201d tambah<br \/>\nMenteri Dody.<\/p>\n<p>Secara<br \/>\nlebih terperinci, hotline Kementerian PU melayani dua jenis konsultasi utama.<br \/>\nPertama adalah konsultasi keandalan bangunan, yang mencakup bangunan sederhana<br \/>\n(luas 500<br \/>\nm\u00b2, lebih dari dua lantai). Prioritas pada layanan ini diberikan bagi pondok<br \/>\npesantren, sekolah, panti asuhan, dan yayasan yang belum memiliki kemampuan<br \/>\nteknis, belum mengantongi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), atau dibangun<br \/>\ntanpa tenaga ahli bersertifikat.<\/p>\n<p>Jenis<br \/>\nkonsultasi kedua adalah pengurusan PBG dan Sertifikat Laik Fungsi (SLF) untuk<br \/>\nsemua jenis bangunan. Layanan ini juga mencakup pendampingan penuh bagi pondok<br \/>\npesantren yang sedang dalam proses atau berencana mengajukan perizinan<br \/>\ntersebut.<\/p>\n<p>\u201cTim<br \/>\nDitjen Cipta Karya di seluruh Indonesia siap membantu. Silakan pesantren atau<br \/>\nlembaga pendidikan yang merasa bangunannya berisiko segera menghubungi hotline<br \/>\nkami. Pemerintah<br \/>\nakan membantu tanpa biaya agar keselamatan para santri, guru, dan pengasuh<br \/>\ndapat terjamin,\u201d tegas Menteri Dody.<\/p>\n<p>Sebagai<br \/>\nrencana tindak lanjut jangka menengah, Kementerian PU akan melakukan sampling<br \/>\nassessment atau penilaian sampel keandalan bangunan pondok pesantren hingga<br \/>\nDesember 2025. Kegiatan ini akan menyasar delapan provinsi dengan jumlah<br \/>\npesantren terbanyak di Indonesia, yaitu Jawa Barat, Jawa Timur, Banten, Jawa<br \/>\nTengah, Aceh, Kalimantan Selatan, Sumatera Selatan, dan Sulawesi Selatan.<\/p>\n<p>Dari<br \/>\ntotal provinsi tersebut, akan dipilih sedikitnya 80 pondok pesantren sebagai<br \/>\nsampel. Sampel ini akan mencakup bangunan yang sudah lama berdiri maupun yang<br \/>\nsaat ini tengah dalam proses pembangunan atau renovasi. Upaya ini sekaligus<br \/>\nmenegaskan komitmen pemerintah dalam memastikan keamanan infrastruktur<br \/>\npendidikan di seluruh negeri.<\/p>\n<p>Program kerja ini merupakan bagian dari \u201cSetahun Bekerja, Bergerak &#8211;<br \/>\nBerdampak\u201d dalam menjalankan ASTA CITA dari Presiden Prabowo Subianto.<\/p>\n<p>#SigapMembangunNegeriUntukRakyat<\/p>\n<p>#SetahunBerdampak<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta, 8 Oktober 2025 &#8211; Pemerintah mengambil langkah cepat pascamusibah yang terjadi di Pondok Pesantren Al Khoziny, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo. Merespons insiden tersebut, Kementerian [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":31363,"comment_status":"close","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-31361","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-indonesia"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/31361","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=31361"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/31361\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":31362,"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/31361\/revisions\/31362"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/31363"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=31361"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=31361"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=31361"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}