{"id":31562,"date":"2025-10-10T18:18:08","date_gmt":"2025-10-10T09:18:08","guid":{"rendered":"https:\/\/seasiaonline.com\/?p=31562"},"modified":"2025-10-10T19:08:29","modified_gmt":"2025-10-10T10:08:29","slug":"dukung-konektivitas-jalur-pantai-selatan-pulau-jawa-kementerian-pu-bangun-jembatan-pandansimo","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/seasiaonline.com\/?p=31562","title":{"rendered":"Dukung Konektivitas Jalur Pantai Selatan Pulau Jawa, Kementerian PU Bangun Jembatan Pandansimo"},"content":{"rendered":"<p>Yogyakarta, 10 Oktober 2025 &#8211; Konektivitas di wilayah pesisir selatan Pulau Jawa, khususnya di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), semakin lengkap dengan terselesaikannya pembangunan Jembatan Pandansimo.  Infrastruktur jembatan yang dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU) ini tidak hanya berfungsi sebagai infrastruktur baru di Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS), tetapi juga menjadi sebuah mahakarya yang menyatukan kemajuan teknologi, kelestarian lingkungan, dan kearifan budaya lokal. Memiliki bentang utama mencapai 675 meter, jembatan ini pun siap menjadi ikon baru di Yogyakarta.<\/p>\n<p>Membentang gagah di atas Sungai Progo, Jembatan<br \/>\nPandansimo juga menjadi penanda perbatasan antara Kabupaten Kulon Progo dan<br \/>\nKabupaten Bantul. Secara<br \/>\nspesifik, jembatan ini menyambungkan ruas Congot\u2013Ngremang dengan ruas<br \/>\nPandansimo\u2013Samas. Kehadirannya sekaligus melengkapi jaringan JJLS, atau yang<br \/>\nlebih dikenal sebagai ruas Pantai Selatan (Pansela), di wilayah DIY yang total<br \/>\npanjangnya mencapai kurang lebih 110 km.<\/p>\n<p>Menteri<br \/>\nPU, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa proyek ini merupakan bagian dari visi besar<br \/>\npemerintah. \u201cPengembangan jaringan jalan serta pembangunan jembatan yang<br \/>\nmenghubungkan kota, pulau, hingga daerah tertinggal di seluruh Indonesia kami<br \/>\nlakukan untuk membuka akses bagi masuknya investasi, mendukung pengembangan<br \/>\nkawasan industri, mendorong pertumbuhan sektor pariwisata, dan memperkuat<br \/>\nkonektivitas antar pusat-pusat ekonomi regional,\u201d kata Menteri Dody Hanggodo.<\/p>\n<p>Pembangunan<br \/>\nJembatan Pandansimo sendiri merupakan proyek strategis yang menghubungkan Desa<br \/>\nBanaran di Kabupaten Kulon Progo dengan Desa Poncosari di Kabupaten Bantul.<br \/>\nProyek yang dimulai sejak November 2023 ini memiliki panjang penanganan total<br \/>\n2.300 meter dengan lebar rata-rata 24 meter. Konstruksi jembatan ini berhasil<br \/>\ndiselesaikan pada Juni 2025 dengan total biaya yang bersumber dari APBN senilai<br \/>\nRp863,7 miliar.<\/p>\n<p>Dibangun<br \/>\ndi atas kondisi alam pesisir selatan yang dinamis, Jembatan Pandansimo<br \/>\ndirancang dengan perhitungan matang terhadap risiko gempa bumi dan likuifaksi.<br \/>\nStrukturnya diperkuat dengan Lead Rubber Bearing (LRB) yang berfungsi menyerap<br \/>\nenergi gempa dan mengurangi deformasi.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" style=\"width: 100%\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/H6_s_Eb_ylTWnSEV3HlmYQ\/10403ab9-968a-4009-0791-92794062c900\/public\" alt=\"Image\" \/><\/p>\n<p>Teknologi<br \/>\nmodern lainnya juga diterapkan, seperti penggunaan Corrugated Steel Plate (CSP)<br \/>\nyang ringan namun kuat, sehingga proses pemasangannya menjadi lebih efisien.<br \/>\nKonstruksi jembatan juga memanfaatkan Mechanically Stabilized Earth Wall (MSE<br \/>\nWall) untuk memperkokoh oprit jalan, serta mortar busa sebagai material pengisi<br \/>\nringan yang efektif mengurangi beban struktur dan getaran tanah.<\/p>\n<p>Lebih<br \/>\ndari sekadar struktur fungsional, desain Jembatan Pandansimo memadukan nilai<br \/>\nestetika modern dengan sentuhan kearifan lokal Yogyakarta. Hal ini terlihat<br \/>\njelas pada elemen arsitekturnya yang sarat makna budaya. Misalnya, bentuk dasar<br \/>\ngunungan wayang diaplikasikan pada desain gapura dan lampu jalan, menjadi<br \/>\nsimbol perjalanan hidup serta keseimbangan antara alam dan manusia. Detail<br \/>\nvisualnya diperkaya dengan adaptasi sulur keris pada batang gunungan, yang<br \/>\nmencerminkan filosofi keteguhan sekaligus keluwesan masyarakat Jawa.<\/p>\n<p>Sentuhan<br \/>\ntradisi juga dihadirkan secara halus melalui corak batik nitik pada struktur<br \/>\nbaja modern di gunungan. Perpaduan harmonis ini menjadikan Jembatan Pandansimo<br \/>\nbukan hanya sekadar sarana transportasi, tetapi juga sebuah karya arsitektur<br \/>\nyang menghidupkan kembali semangat budaya di pesisir selatan Yogyakarta.<\/p>\n<p>Seiring<br \/>\noperasionalnya, Jembatan Pandansimo diharapkan berdampak positif bagi berbagai<br \/>\nsektor. Selain memperlancar mobilitas antarwilayah, jembatan ini diproyeksikan<br \/>\nmenjadi infrastruktur pendukung utama bagi pengembangan ekonomi, pariwisata,<br \/>\nserta distribusi hasil pertanian dan perikanan. Keberadaannya juga akan membuka<br \/>\nakses ke lahan pertanian seluas 2.164 hektare di Kecamatan Galur, dengan<br \/>\npotensi produksi mencapai lebih dari 9.000 kuintal hasil pertanian dan 13 ton<br \/>\nhasil perikanan setiap tahunnya.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" style=\"width: 100%\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/H6_s_Eb_ylTWnSEV3HlmYQ\/ecfceab4-839d-4c9d-42cf-1e8425ea7900\/public\" alt=\"Image\" \/><\/p>\n<p>Kawasan<br \/>\ndi sekitar jembatan juga digadang-gadang menjadi koridor wisata baru yang<br \/>\nmenghubungkan berbagai destinasi andalan, mulai dari Pantai Depok, Pantai<br \/>\nGlagah, Hutan Mangrove, hingga wisata Kali Biru. Dengan rancangan yang canggih,<br \/>\nJembatan Pandansimo menjadi contoh bagaimana sebuah infrastruktur dapat menjadi<br \/>\npenghubung antarwilayah sekaligus penyatu nilai-nilai keberlanjutan, budaya,<br \/>\ndan denyut nadi kehidupan masyarakat.<\/p>\n<p>Program kerja ini merupakan bagian dari \u201cSetahun Bekerja, Bergerak &#8211;<br \/>\nBerdampak\u201d dalam menjalankan ASTA CITA dari Presiden Prabowo Subianto.<\/p>\n<p>#SigapMembangunNegeriUntukRakyat<\/p>\n<p>#SetahunBerdampak<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Yogyakarta, 10 Oktober 2025 &#8211; Konektivitas di wilayah pesisir selatan Pulau Jawa, khususnya di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), semakin lengkap dengan terselesaikannya pembangunan Jembatan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":31564,"comment_status":"close","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-31562","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-indonesia"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/31562","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=31562"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/31562\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":31563,"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/31562\/revisions\/31563"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/31564"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=31562"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=31562"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=31562"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}