{"id":33113,"date":"2025-10-28T13:54:33","date_gmt":"2025-10-28T04:54:33","guid":{"rendered":"https:\/\/seasiaonline.com\/?p=33113"},"modified":"2025-10-28T14:08:44","modified_gmt":"2025-10-28T05:08:44","slug":"wujudkan-indonesia-bersih-kementerian-pu-terus-dorong-pengembangan-infrastruktur-sanitasi-dan-pengolahan-sampah-di-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/seasiaonline.com\/?p=33113","title":{"rendered":"Wujudkan Indonesia Bersih, Kementerian PU Terus Dorong Pengembangan Infrastruktur Sanitasi dan Pengolahan Sampah di Indonesia"},"content":{"rendered":"<p>Jakarta, 28 Oktober 2025 &#8211; Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mendorong peningkatan pengembangan infrastruktur sanitasi dan pengelolaan sampah di seluruh Indonesia. Upaya ini sejalan dengan tema peringatan Hari Habitat Dunia 2025 tahun ini yang bertema \u201cResilient Urban Future: Clean Cities for All\u201d. Tema peringatan ini menjadi refleksi penting bagi Kementerian PU untuk terus membangun kota yang tangguh, sehat, dan berkelanjutan melalui penyediaan akses sanitasi dan sistem persampahan yang inklusif.<\/p>\n<p>Transformasi pengelolaan sampah nasional saat ini telah<br \/>\nmenjadi isu penting. Presiden Prabowo Subianto, melalui Peraturan Presiden<br \/>\nNomor 109 Tahun 2025, mengamanatkan Penanganan Sampah Perkotaan melalui<br \/>\nPengolahan Sampah Menjadi Energi Terbarukan Berbasis Teknologi Ramah<br \/>\nLingkungan. Dalam Perpres ini, Presiden menargetkan pembangunan fasilitas<br \/>\npengolahan sampah menjadi listrik di 34 titik nasional sebagai bagian dari<br \/>\nstrategi besar menuju Indonesia Bersih dan Berdaulat Energi.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" style=\"width: 100%\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/H6_s_Eb_ylTWnSEV3HlmYQ\/prd\/1abbef68-f541-4dd1-b880-43acc054eadd\/public\" alt=\"Kanan - Bapak Dody Hanggodo Menteri Pekerjaan Umum\" \/><\/p>\n<p>Merujuk pada Perpres Nomor 109 itu, Menteri PU Dody<br \/>\nHanggodo menegaskan arti penting keberadaan TPST dan TPST 3R di kota-kota kecil<br \/>\ndan menengah yang belum memiliki kapasitas pengelolaan sampah skala besar. <\/p>\n<p>\u201cKalau kota besar seperti Jakarta, Surabaya, atau Bali<br \/>\nbisa mengelola lebih dari seribu ton sampah per hari dan dikonversi menjadi<br \/>\nenergi, maka kota menengah tetap bergantung pada TPST dan 3R. Di sinilah proses<br \/>\npemilahan lebih efisien dan dekat dengan masyarakat,\u201d kata Menteri Dody.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" style=\"width: 100%\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/H6_s_Eb_ylTWnSEV3HlmYQ\/prd\/1888ca2b-e719-436c-aa84-233d303c82d5\/public\" alt=\"Bapak Dody Hanggodo Menteri Pekerjaan Umum\" \/><\/p>\n<p>Dalam hal pengolahan sampah nasional, Kementerian PU<br \/>\nmelalui Direktorat Jenderal Cipta Karya telah menunjukkan kontribusi signifikan<br \/>\nsepanjang tahun 2025. Sebanyak 979 Infrastruktur Berbasis Masyarakat (IBM)<br \/>\nsektor sanitasi dan persampahan telah berhasil dibangun di 29 provinsi dan 105<br \/>\nkabupaten\/kota. Program ini terdiri atas Sanitasi Berbasis Masyarakat (Sanimas)<br \/>\ndi 841 lokasi, yang diproyeksikan menyerap 11.774 tenaga kerja melalui skema<br \/>\npadat karya. Selain itu, juga ada program pembangunan Sanitasi Lembaga<br \/>\nPendidikan Keagamaan (LPK) yang menyasar 107 lokasi dan menyerap 642 tenaga<br \/>\nkerja. Khusus untuk program Tempat Pengolahan Sampah 3R, tahun ini dibangun 31<br \/>\nlokasi dengan nilai investasi Rp22 miliar, yang turut menyerap 465 tenaga kerja<br \/>\nmelalui skema padat karya.<\/p>\n<p>Selain program berbasis masyarakat, proyek strategis<br \/>\nnasional seperti Jakarta Sewerage Development Project (JSDP) juga terus<br \/>\ndilanjutkan. Proyek ini menjadi tonggak penting peningkatan kualitas lingkungan<br \/>\nperairan dan akses sanitasi di Jakarta. Pembangunan IPAL Zona 1 dan Zona 6 Fase<br \/>\n1 ditargetkan selesai pada 2027 dengan kapasitas 240.000 m3 per hari untuk<br \/>\nmelayani 989.389 jiwa. Hingga September 2025, progres fisiknya telah mencapai<br \/>\n39,42%.<\/p>\n<p>Sejumlah infrastruktur pengelolaan sampah strategis juga<br \/>\ntelah diselesaikan, antara lain: TPST Sentiong berkapasitas 50 ton per hari di<br \/>\nKota Cimahi berteknologi Refuse Derived Fuel (RDF), TPST Lebak Saat<br \/>\nberkapasitas 10 ton per hari dengan sistem Biological Solid Fuel (BSF), serta<br \/>\nTPST Cicukang Holis II di Kota Bandung berkapasitas 46 ton per hari. Selain<br \/>\nitu, Kementerian PU juga melakukan optimalisasi TPA Regional Mamitarang di<br \/>\nMinahasa Utara untuk meningkatkan kapasitas pengelolaan hingga 350 ton sampah per<br \/>\nhari.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" style=\"width: 100%\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/H6_s_Eb_ylTWnSEV3HlmYQ\/prd\/a1cf40e8-5825-4d81-9096-bc520c4745fc\/public\" alt=\"Image\" \/><\/p>\n<p>Capaian tahun 2025 ini melanjutkan fondasi yang telah<br \/>\ndibangun pada periode 2020\u20132024, di mana Kementerian PU telah membangun 33 TPA,<br \/>\n26 TPST, 833 TPS 3R, 12 IPAL, dan 33 IPLT. Dengan seluruh capaian tersebut,<br \/>\nKementerian PU menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur ini bukan hanya<br \/>\ninvestasi fisik, melainkan investasi sosial dan lingkungan jangka panjang.<br \/>\nProgram-program ini menjadi fondasi menuju target 100% pengelolaan sampah<br \/>\nnasional pada 2029, yang ditempuh melalui peningkatan sistem pemilahan dari sumber,<br \/>\npenerapan sanitary landfill, dan optimalisasi izin TPA di seluruh wilayah.<\/p>\n<p>Program kerja ini merupakan bagian dari \u201cSetahun Bekerja, Bergerak &#8211;<br \/>\nBerdampak\u201d dalam menjalankan ASTA CITA dari Presiden Prabowo Subianto.<\/p>\n<p>#SigapMembangunNegeriUntukRakyat<\/p>\n<p>#SetahunBerdampak<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta, 28 Oktober 2025 &#8211; Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mendorong peningkatan pengembangan infrastruktur sanitasi dan pengelolaan sampah di seluruh Indonesia. Upaya ini sejalan dengan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":33115,"comment_status":"close","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-33113","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-indonesia"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/33113","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=33113"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/33113\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":33114,"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/33113\/revisions\/33114"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/33115"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=33113"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=33113"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=33113"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}