{"id":33382,"date":"2025-10-30T17:55:17","date_gmt":"2025-10-30T08:55:17","guid":{"rendered":"https:\/\/seasiaonline.com\/?p=33382"},"modified":"2025-10-30T18:08:44","modified_gmt":"2025-10-30T09:08:44","slug":"kementerian-pu-dorong-pertumbuhan-ekonomi-dan-swasembada-pangan-desa-melalui-program-pengembangan-infrastruktur-sosial-ekonomi-wilayah-berbasis-padat-karsya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/seasiaonline.com\/?p=33382","title":{"rendered":"Kementerian PU Dorong Pertumbuhan Ekonomi dan Swasembada Pangan Desa melalui Program Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah Berbasis Padat Karsya"},"content":{"rendered":"<p>Jakarta, 30 Oktober 2025 &#8211; Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus berkomitmen mendorong pertumbuhan ekonomi dan mendukung swasembada pangan di wilayah perdesaan melalui implementasi Program Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW) yang berbasis padat karya. Pada tahun 2025, program strategis ini dilaksanakan secara nasional di 676 lokasi dengan total alokasi anggaran mencapai Rp405 miliar. Pelaksanaan program ini diproyeksikan mampu menyerap 14.872 tenaga kerja lokal di seluruh Indonesia.<\/p>\n<p>Menteri PU, Dody Hanggodo, menyampaikan bahwa program<br \/>\npadat karya merupakan salah satu instrumen nyata keberpihakan pemerintah<br \/>\nterhadap masyarakat desa. Program ini dirancang sekaligus sebagai upaya<br \/>\nmemperkuat fondasi ekonomi lokal melalui penyediaan infrastruktur yang<br \/>\nmanfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" style=\"width: 100%\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/H6_s_Eb_ylTWnSEV3HlmYQ\/prd\/c060e401-ce98-4c7d-ba57-b4d829a8a549\/public\" alt=\"Image\" \/><\/p>\n<p>\u201cPISEW bukan sekadar membangun jalan atau saluran, tetapi<br \/>\nmembuka ruang bagi masyarakat desa untuk bekerja, berdaya, dan meningkatkan<br \/>\nnilai ekonomi di wilayahnya. Melalui pendekatan padat karya, masyarakat menjadi<br \/>\npelaku utama pembangunan di desanya,\u201d kata Menteri Dody.<\/p>\n<p>Pelaksanaan PISEW diarahkan untuk memperkuat konektivitas<br \/>\nantar-desa, mengoptimalkan akses pertanian, dan mendukung pengembangan kawasan<br \/>\nekonomi produktif. Peningkatan akses jalan pertanian, pembangunan drainase,<br \/>\nserta infrastruktur dasar lainnya diharapkan mampu memperlancar distribusi<br \/>\nhasil panen dan memperkuat rantai ekonomi desa, yang pada akhirnya bertujuan<br \/>\nmendukung swasembada pangan nasional.<\/p>\n<p>Padat Karya PISEW 2025 terus didorong untuk menghadirkan<br \/>\ninfrastruktur yang memberikan dampak langsung bagi peningkatan produktivitas<br \/>\nmasyarakat perdesaan. Salah satu wilayah penerima layanan PISEW 2025 adalah<br \/>\nDesa Baluk dan Desa Banyubiru di Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, Provinsi<br \/>\nBali. Kegiatan di lokasi ini difokuskan pada penguatan kawasan pertanian yang<br \/>\nmenjadi basis ekonomi masyarakat setempat.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" style=\"width: 100%\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/H6_s_Eb_ylTWnSEV3HlmYQ\/prd\/2ff5a37c-85ad-4d66-8b60-8a91cba11ff3\/public\" alt=\"Image\" \/><\/p>\n<p>Lingkup pekerjaan di Jembrana meliputi pembangunan jalan<br \/>\nbeton usaha tani, pekerjaan plat duiker, serta pembangunan dinding penahan<br \/>\ntanah (DPT). Kegiatan konstruksi ini didanai melalui APBN TA 2025 dengan nilai<br \/>\nkontrak sebesar Rp500 juta. Pelaksanaan kegiatan telah dimulai sejak 25<br \/>\nAgustus dan ditargetkan selesai pada 22 November 2025.<\/p>\n<p>Infrastruktur yang terbangun diharapkan mampu<br \/>\nmeningkatkan kelancaran mobilitas distribusi hasil pertanian yang menjadi<br \/>\nkomoditas utama di wilayah tersebut, seperti padi, kakao, dan kelapa. Selain<br \/>\nitu, infrastruktur ini juga diproyeksikan memperkuat ketahanan ekonomi desa<br \/>\nmelalui peningkatan efisiensi akses transportasi.<\/p>\n<p>\u201cKami berharap jalan usaha tani yang dibangun ini dapat<br \/>\nmempermudah petani membawa hasil panen ke pasar, menurunkan biaya distribusi,<br \/>\ndan meningkatkan pendapatan masyarakat desa,\u201d tutur Menteri Dody.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" style=\"width: 100%\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/H6_s_Eb_ylTWnSEV3HlmYQ\/prd\/82ded36c-1156-4647-ba3a-ad29d33ffc78\/public\" alt=\"Image\" \/><\/p>\n<p>Wilayah lain yang turut mendapat manfaat program PISEW<br \/>\n2025 adalah Kecamatan Karangmalang, Kabupaten Sragen, Provinsi Jawa Tengah.<br \/>\nPembangunan di wilayah ini difokuskan pada dua desa berbatasan yang memiliki<br \/>\npotensi pertanian terpadu dan agropolitan, yaitu Desa Guworejo (Dukuh Pengin,<br \/>\nDukuh Sumberagung) dan Desa Puro (Dukuh Bolorejo).<\/p>\n<p>Dengan nilai kontrak sebesar Rp500 juta (APBN TA 2025),<br \/>\nfokus pekerjaan adalah pembangunan jalan beton sepanjang 900 meter.<br \/>\nInfrastruktur tersebut akan menjadi akses vital dalam menopang kegiatan ekonomi<br \/>\nmasyarakat. Jalan yang dibangun akan meningkatkan kelancaran distribusi hasil<br \/>\npertanian dan bahan kebutuhan pokok dari dan menuju pusat Kabupaten Sragen,<br \/>\nsehingga diharapkan dapat ikut mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat<br \/>\nsetempat secara berkelanjutan.<\/p>\n<p>Melalui pola padat karya, pelaksanaan PISEW secara<br \/>\nlangsung membuka lapangan kerja bagi masyarakat setempat dan berkontribusi<br \/>\nmempercepat perputaran ekonomi lokal. Program ini juga berfungsi sebagai sarana<br \/>\npemberdayaan sosial, di mana masyarakat turut terlibat aktif dalam seluruh<br \/>\ntahapan kegiatan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga pemeliharaan<br \/>\ninfrastruktur, demi mendorong pertumbuhan ekonomi dan kemandirian pangan di<br \/>\ntingkat desa.<\/p>\n<p>Program kerja ini merupakan bagian dari \u201cSetahun Bekerja, Bergerak &#8211;<br \/>\nBerdampak\u201d dalam menjalankan ASTA CITA dari Presiden Prabowo Subianto.<\/p>\n<p>#SigapMembangunNegeriUntukRakyat<\/p>\n<p>#SetahunBerdampak<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta, 30 Oktober 2025 &#8211; Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus berkomitmen mendorong pertumbuhan ekonomi dan mendukung swasembada pangan di wilayah perdesaan melalui implementasi Program Pengembangan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":33384,"comment_status":"close","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-33382","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-indonesia"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/33382","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=33382"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/33382\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":33383,"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/33382\/revisions\/33383"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/33384"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=33382"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=33382"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=33382"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}