{"id":34226,"date":"2025-11-10T19:20:13","date_gmt":"2025-11-10T10:20:13","guid":{"rendered":"https:\/\/seasiaonline.com\/?p=34226"},"modified":"2025-11-10T20:08:42","modified_gmt":"2025-11-10T11:08:42","slug":"holding-perkebunan-nusantara-dukung-keberlanjutan-ptpn-iv-regional-iii-remajakan-9496-hektare-sawit-renta","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/seasiaonline.com\/?p=34226","title":{"rendered":"Holding Perkebunan Nusantara Dukung Keberlanjutan, PTPN IV Regional III Remajakan 949,6 Hektare Sawit Renta"},"content":{"rendered":"\n<p>KAMPAR \u2013 Holding Perkebunan Nusantara melalui Subholding PTPN IV PalmCo terus menunjukkan komitmen dalam menjaga keberlanjutan usaha dan produktivitas industri sawit nasional. Melalui entitas PTPN IV Regional III, perusahaan melakukan program peremajaan tanaman sawit inti seluas 949,6 hektare yang berada di Kebun Terantam dan Berlian, Kabupaten Kampar, Riau.<\/p>\n<p>Region Head PTPN IV Regional III, Ahmad Gusmar Harahap, menegaskan bahwa program replanting ini merupakan langkah strategis untuk memastikan kesinambungan upaya perusahaan dalam memperkuat ketahanan pangan dan energi nasional.<\/p>\n<p>\u201cPeremajaan ini merupakan bentuk komitmen perusahaan menjaga produktivitas dan efisiensi pengelolaan kebun. Langkah ini selaras dengan Asta Cita untuk mendukung penguatan pangan dan energi nasional dari sektor perkebunan sawit yang berkelanjutan,\u201d ujar Gusmar di Pekanbaru, Ahad (19\/10\/2025).<\/p>\n<p>Dari total lahan yang diremajakan, 649,6 hektare berada di Kebun Terantam dan 300 hektare di Kebun Berlian, yang merupakan bagian dari core estate Regional III sebagai penopang utama produksi Crude Palm Oil (CPO) di wilayah Riau bagian barat.<\/p>\n<p>Di Kebun Terantam, peremajaan dilakukan di Afdeling 7 (187 ha), Afdeling 8 (138,5 ha), dan Afdeling 9 (324,1 ha). Sedangkan di Kebun Berlian, kegiatan berlangsung di Afdeling 1 dengan total luas 300 ha.<\/p>\n<p>Gusmar menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari target peningkatan produktivitas sawit hingga mencapai 7 ton CPO per hektare per tahun. \u201cFokus kami bukan hanya pada kuantitas, tetapi juga kualitas. Setiap hektare yang diremajakan harus dikelola dengan disiplin tinggi agar menghasilkan rendemen dan produktivitas maksimal,\u201d tuturnya.<\/p>\n<p>Lebih jauh, ia menyebutkan bahwa program ini juga mendukung prinsip Sustainable Palm Oil Management yang sejalan dengan penerapan Environmental, Social, and Governance (ESG) serta sertifikasi RSPO\/ISPO yang terus diperkuat oleh Holding Perkebunan Nusantara.<\/p>\n<p>\u201cMenanam kembali artinya menanam harapan baru, bukan hanya untuk produktivitas, tetapi juga untuk keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat sekitar kebun,\u201d tambah Gusmar.<\/p>\n<p>Tahun ini, PTPN IV Regional III menargetkan total peremajaan dan konversi seluas 2.396,45 hektare, meliputi Kebun Lubuk Dalam (503,85 ha), Terantam (649 ha), Sei Berlian (300 ha), serta konversi di Kebun Air Molek I (943 ha).<\/p>\n<p>\u201cProgram ini harus menjadi momentum bagi kita untuk juga meremajakan semangat dan pola kerja, sebagai bagian dari semangat perbaikan yang telah kita usung dalam tiga tahun terakhir,\u201d kata Gusmar.<\/p>\n<p>Sebagai informasi, PTPN IV Regional III saat ini menjadi pilot project produktivitas CPO tertinggi di lingkungan Holding Perkebunan Nusantara, dengan capaian 5,06 ton per hektare dan terus menuju target 7 ton per hektare. Angka ini jauh di atas rata-rata nasional yang berkisar antara 3\u20134 ton per hektare per tahun.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KAMPAR \u2013 Holding Perkebunan Nusantara melalui Subholding PTPN IV PalmCo terus menunjukkan komitmen dalam menjaga keberlanjutan usaha dan produktivitas industri sawit nasional. Melalui entitas PTPN [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":34228,"comment_status":"close","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-34226","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-indonesia"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/34226","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=34226"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/34226\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":34227,"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/34226\/revisions\/34227"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/34228"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=34226"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=34226"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=34226"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}