{"id":34445,"date":"2025-11-13T00:00:31","date_gmt":"2025-11-12T15:00:31","guid":{"rendered":"https:\/\/seasiaonline.com\/?p=34445"},"modified":"2025-11-13T00:08:42","modified_gmt":"2025-11-12T15:08:42","slug":"palmco-subholding-holding-perkebunan-nusantara-jadi-pahlawan-baru-ekonomi-rakyat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/seasiaonline.com\/?p=34445","title":{"rendered":"PalmCo, Subholding Holding Perkebunan Nusantara, Jadi \u201cPahlawan Baru\u201d Ekonomi Rakyat"},"content":{"rendered":"\n<p>LABUHANBATU SELATAN \u2014 Bagi Haposan Manurung, Ketua Perkumpulan Kelompok Tani Pasir Tuntung Jaya di Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Sumatera Utara, semangat Hari Pahlawan kini bermakna berbeda. Di mata para petani, perjuangan tak lagi di medan perang, melainkan di kebun sawit yang menjadi sumber penghidupan.<\/p>\n<p>\u201cDulu hasilnya makin sedikit, kami hampir putus asa. Sekarang kami bisa kembali berharap. Bermitra dengan PTPN IV PalmCo membuat kami lebih optimistis,\u201d ujar Haposan sambil memandangi hamparan sawit muda berusia dua tahun yang tumbuh subur di kebunnya, Senin (10\/11\/2025).<\/p>\n<p>Di tengah perubahan zaman, PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV PalmCo, subholding dari Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), hadir sebagai mitra strategis bagi petani sawit rakyat. Melalui Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), PalmCo mendorong kemandirian ekonomi desa dan memperkuat produktivitas perkebunan rakyat.<\/p>\n<p>Program PSR menjadi salah satu pilar utama PalmCo dalam pengembangan bisnis berkelanjutan hingga 2029. Melalui program ini, PalmCo menyediakan bibit unggul, teknologi budidaya modern, serta pendampingan teknis bagi petani di berbagai wilayah.<\/p>\n<p>Hingga kuartal III tahun ini, PalmCo telah membantu 22.568 hektare lahan petani dengan rekomendasi teknis untuk pencairan dana Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS). Target hingga 2029 ditetapkan mencapai 86.744 hektare kebun rakyat yang diremajakan.<\/p>\n<p>Salah satu inovasi yang dikembangkan PalmCo adalah pola single management, yaitu pengelolaan bersama antara perusahaan dan koperasi. Model ini memastikan efisiensi, transparansi, serta profesionalisme petani dalam mengelola kebun.<\/p>\n<p>Hasilnya terlihat nyata: produktivitas kebun mitra mencapai 12,57 ton tandan buah segar (TBS) per hektare pada tahun pertama tanaman menghasilkan, jauh di atas rata-rata nasional. \u201cDulu kami sempat khawatir, tapi PTPN sudah berubah. Kini bermitra menjadi solusi terbaik untuk pengelolaan sawit rakyat,\u201d ujar Setiyono, Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit PIR Indonesia (Aspekpir).<\/p>\n<p>\u201cDengan kemitraan, kelembagaan kami jadi lebih kuat dan tertib. Di kebun sawit Tani Sejahtera, tanaman menghasilkan tahun ke sembilan bahkan mencapai 27 ton per hektare per tahun. Itu luar biasa,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p><b>Kemitraan yang Mengubah Kehidupan<\/b><\/p>\n<p>Model kemitraan PalmCo juga dirasakan manfaatnya oleh petani di daerah lain. Di Serang, Banten, M. Nur, petani sawit rakyat, mengaku lebih percaya diri mengelola kebun setelah mendapat pendampingan intensif dari PalmCo. \u201cPendampingannya penuh dan gratis. Kami belajar mulai dari pembibitan, panen, hingga manajemen keuangan. Hasilnya langsung terasa,\u201d tuturnya.<\/p>\n<p>Sementara di Sulawesi Selatan, Muhammad Hajar Aswad dari KUD Masamba Tani Utama menyebut pelatihan yang difasilitasi PalmCo tidak hanya memperkuat kemampuan teknis, tetapi juga membangun kepercayaan dan kerja sama antarpihak. \u201cDari pelatihan PalmCo, kami belajar bahwa keterbukaan dan kepercayaan bisa menciptakan hasil besar. Ini perjuangan zaman sekarang,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p><b>Dukung UMKM Sawit dan Ekonomi Kerakyatan<\/b><\/p>\n<p>Selain di hulu, PalmCo juga aktif memperkuat sektor hilir sawit dengan melibatkan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Di Riau, Syahrial, pimpinan Rumbio Jaya Steel, menuturkan bahwa koperasinya kini berkembang pesat setelah menjadi mitra binaan PalmCo sejak 2021. \u201cSekarang omzet kami sudah miliaran rupiah per tahun, dan produk kami berstandar SNI. PalmCo membuka jalan agar kami bisa tumbuh bersama industri sawit,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Langkah ini sejalan dengan misi Holding Perkebunan Nusantara untuk memperkuat ekonomi kerakyatan melalui sinergi BUMN, petani, dan pelaku usaha lokal.<\/p>\n<p>Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menegaskan bahwa semangat kepahlawanan masa kini diwujudkan melalui kontribusi nyata terhadap kesejahteraan masyarakat. \u201cMenjadi pahlawan hari ini berarti berani mengambil peran untuk negeri. Hadir sebagai mitra petani dan UMKM dalam memperkuat ekonomi rakyat serta memastikan keberlanjutan industri sawit nasional adalah cara kami berkontribusi,\u201d ungkap Jatmiko.<\/p>\n<p>Ia menambahkan bahwa perjuangan PalmCo tidak semata berorientasi pada angka produksi, melainkan juga pada pemberdayaan masyarakat. \u201cKami ingin membuktikan bahwa pembangunan ekonomi bisa berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan rakyat. Itulah bakti PalmCo untuk negeri,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Di tengah dinamika harga sawit global dan isu keberlanjutan, PalmCo bersama para petani terus menumbuhkan harapan baru di lahan-lahan yang dulu nyaris tak produktif. \u201cKalau dulu pahlawan membawa senjata, kini perjuangan kami lewat kebun dan kemitraan. Kami mungkin bukan pahlawan nasional, tapi setidaknya kami berjuang di tanah sendiri,\u201d ujar Haposan Manurung menutup percakapan.<\/p>\n<p>Melalui berbagai program kemitraan, PTPN IV PalmCo, bagian dari Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), membuktikan bahwa semangat kepahlawanan bisa hidup dalam bentuk kerja nyata membangun ekonomi rakyat dan memperkuat kemandirian bangsa<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>LABUHANBATU SELATAN \u2014 Bagi Haposan Manurung, Ketua Perkumpulan Kelompok Tani Pasir Tuntung Jaya di Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Sumatera Utara, semangat Hari Pahlawan kini bermakna berbeda. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":34447,"comment_status":"close","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-34445","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-indonesia"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/34445","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=34445"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/34445\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":34446,"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/34445\/revisions\/34446"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/34447"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=34445"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=34445"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=34445"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}