{"id":35677,"date":"2025-11-25T22:01:48","date_gmt":"2025-11-25T13:01:48","guid":{"rendered":"https:\/\/seasiaonline.com\/?p=35677"},"modified":"2025-11-25T22:08:46","modified_gmt":"2025-11-25T13:08:46","slug":"dukungan-danantara-perkuat-akselerasi-pemulihan-krakatau-steel","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/seasiaonline.com\/?p=35677","title":{"rendered":"Dukungan Danantara Perkuat Akselerasi Pemulihan Krakatau Steel"},"content":{"rendered":"<p>Jakarta \u2013 PT Krakatau Steel (Persero) Tbk \/ (IDX: KRAS) telah sukses menggelar Public Expose secara daring pada Selasa (25\/11). Disampaikan bahwa Perseroan terus melakukan langkah pembenahan melalui peningkatan efisiensi produksi, optimalisasi rantai pasok, penguatan tata kelola, serta restrukturisasi bisnis. Sejalan dengan langkah tersebut, dukungan dari Danantara menjadi katalis yang memungkinkan Krakatau Steel meningkatkan utilisasi fasilitas produksi, stabilitas pemenuhan kebutuhan bahan baku, percepatan siklus produksi, serta penguatan daya saing harga dan delivery terhadap kebutuhan pelanggan.<\/p>\n<p><b>Komitmen Danantara bagi Industri Baja Nasional<\/b><\/p>\n<p>Krakatau<br \/>\nSteel menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Danantara, sebagai mitra<br \/>\nstrategis Pemerintah dalam program penyehatan BUMN, atas komitmen pemberian<br \/>\ndukungan modal kerja yang signifikan untuk mendorong percepatan pemulihan<br \/>\nkinerja Krakatau Steel. Dukungan ini menjadi fondasi penguatan struktur<br \/>\nfinansial dan operasional Perseroan, sehingga Krakatau Steel dapat kembali<br \/>\nberada pada jalur produktivitas dan profitabilitas berkelanjutan.<\/p>\n<p>Perseroan meyakini bahwa dukungan dari Danantara sebagai<br \/>\nwujud penguatan BUMN strategis sebagai pilar industri nasional. Juga, keberlanjutan operasional<br \/>\nKrakatau Steel sejatinya merupakan<br \/>\nkepentingan strategis bagi kemandirian industri baja Indonesia.<\/p>\n<p>Managing<br \/>\nDirector Business-3 Danantara Asset Management, Febriany Eddy, memastikan<br \/>\nKrakatau Steel menjadi industri strategis nasional yang perlu disehatkan dalam<br \/>\nwaktu dekat. Hal ini mengingat proyeksi terkait kebutuhan baja<br \/>\ndomestik dan regional yang terus meningkat seiring perkembangan sektor<br \/>\nkonstruksi, transportasi, dan manufaktur.<\/p>\n<p>&#8220;Pertumbuhan industri baja selalu selaras dengan<br \/>\npertumbuhan ekonomi. Karena itu, melihat industri baja tidak bisa hanya dari<br \/>\nkondisi hari ini,&#8221; ujar Febriany Eddy pada keterangan resmi, Selasa<br \/>\n(18\/11).<\/p>\n<p>Menurutnya, sektor baja merupakan investasi jangka<br \/>\npanjang. Prioritas saat ini adalah membuat industri baja BUMN lebih efisien, sehingga<br \/>\npenyehatan Krakatau Steel dinyatakan tepat masuk pada agenda tersebut.<\/p>\n<p>&#8220;Investasinya<br \/>\nbersifat jangka panjang 10 sampai 15 tahun ke depan. You invest for tomorrow,<br \/>\nnot today. Tetapi hari ini industrinya tetap harus efisien dan efektif,\u201d jelas<br \/>\nFebriany Eddy.<\/p>\n<p>Dukungan<br \/>\nDanantara kepada Krakatau Steel memiliki relevansi strategis dengan agenda<br \/>\npembangunan nasional dalam kerangka Asta Cita Presiden RI, Prabowo Subianto,<br \/>\nkhususnya dalam memperkuat kemandirian industri nasional, mempercepat<br \/>\nhilirisasi manufaktur dalam negeri, memastikan kedaulatan rantai pasok baja<br \/>\nuntuk pembangunan infrastruktur dan pertahanan, serta memperbesar kapasitas<br \/>\nproduksi industri strategis bangsa.<\/p>\n<p><b>Optimis Cetak Laba di Tahun 2025<\/b><\/p>\n<p>Sejalan<br \/>\ndengan dukungan yang diberikan oleh Danantara, Krakatau Steel telah menunjukkan<br \/>\nkomitmennya dalam melakukan pembenahan. Perseroan berhasil membukukan laba sebesar Rp401<br \/>\nmiliar pada kuartal<br \/>\nIII 2025.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" style=\"width: 100%\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/H6_s_Eb_ylTWnSEV3HlmYQ\/prd\/30b15b93-aece-48a5-ac55-c1dbe09f0ee0\/public\" alt=\"Image\" \/><\/p>\n<p>Krakatau<br \/>\nSteel pun memberikan apresiasi kepada beberapa Kreditur yang telah menyetujui<br \/>\nprogram Penyelesaian Kewajiban Dipercepat dengan Keringanan atau (\u201cHaircut\u201d),<br \/>\nsehingga Perseroan dapat mencatatkan kinerja baik tersebut. Diketahui, haircut<br \/>\ntahap pertama telah dilakukan pada bulan September 2025 dengan empat bank<br \/>\nswasta.<\/p>\n<p>Dari total kewajiban sebesar USD<br \/>\n200 juta (termasuk utang bunga dan denda), Perseroan melakukan pembayaran<br \/>\nsebesar USD 35 juta. Dengan demikian, PTKS memperoleh discount atau haircut<br \/>\nsekitar 82,5% dari total kewajiban tersebut. Dari transaksi ini PTKS membukukan<br \/>\nlaba haircut USD 157 Juta.<\/p>\n<p>Total<br \/>\ndari transaksi haircut ini adalah Perseroan akan membukukan laba sebesar USD<br \/>\n295 juta dan menurunkan kewajiban pokok restrukturisasi hingga 20% (berkurang<br \/>\nUSD 290 juta). Selain itu, transaksi ini juga memberikan penghematan beban<br \/>\nbunga sekitar USD 3,5 juta per tahun.<\/p>\n<p>\u201cKrakatau<br \/>\nSteel menegaskan komitmennya untuk melakukan transformasi menyeluruh. Tujuannya<br \/>\nadalah agar perusahaan tidak hanya dapat keluar dari tekanan finansial, tetapi<br \/>\njuga tumbuh sebagai perusahaan yang kompetitif, berkelanjutan, dan mampu<br \/>\nmendukung pembangunan nasional,\u201d jelas Direktur Utama Krakatau Steel, Akbar<br \/>\nDjohan, yang juga menjabat sebagai Chairman<br \/>\nIndonesia Iron &amp; Steel Industry Association (IISIA) dan Chairman Asosiasi<br \/>\nLogistik &amp; Forwarder Indonesia (ALFI\/ILFA).<\/p>\n<p>Dengan<br \/>\nstruktur permodalan yang lebih sehat dan produktivitas yang kembali optimal, Perseroan<br \/>\noptimis menutup tahun 2025 dalam posisi kinerja positif, sekaligus memperkuat<br \/>\nperan Krakatau Steel dalam rantai pasok baja nasional.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta \u2013 PT Krakatau Steel (Persero) Tbk \/ (IDX: KRAS) telah sukses menggelar Public Expose secara daring pada Selasa (25\/11). Disampaikan bahwa Perseroan terus melakukan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":35679,"comment_status":"close","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-35677","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-indonesia"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/35677","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=35677"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/35677\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":35678,"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/35677\/revisions\/35678"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/35679"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=35677"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=35677"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=35677"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}