{"id":35680,"date":"2025-11-25T22:08:58","date_gmt":"2025-11-25T13:08:58","guid":{"rendered":"https:\/\/seasiaonline.com\/?p=35680"},"modified":"2025-11-25T23:08:27","modified_gmt":"2025-11-25T14:08:27","slug":"film-nia-kisah-dari-desa-kecil-di-sumatera-menggugah-nurani-seluruh-negeri","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/seasiaonline.com\/?p=35680","title":{"rendered":"Film &#8220;Nia&#8221; kisah dari desa kecil di Sumatera, menggugah nurani seluruh Negeri."},"content":{"rendered":"\n<p>Jakarta; \u00a0Suasana haru dan kehangatan memenuhi<br \/>\nEpicentrum XXI Jakarta pada Gala Premier <b>film<br \/>\n\u201cNia Kurnia Sari<\/b>\u201d, Senin malam, <b>24<br \/>\nNovember 2025.<\/b> Film yang diangkat dari kisah tragis nyata di Kabupaten<br \/>\nPadang Pariaman ini resmi diputar perdana, disambut antusias oleh jajaran<br \/>\npemain, tim produksi, tokoh perfilman nasional, serta ratusan tamu undangan.<\/p>\n<p>Diproduksi oleh \u00a0<b>PH <\/b><b>786<br \/>\nProduction<\/b> bekerja sama dengan <b>PT. Smaradana Pro<\/b>, film ini semakin<br \/>\nmemikat perhatian publik karena keberanian mengangkat realitas pedesaan di daerah Padang<br \/>\nPariaman. Dengan sentuhan emosional yang kuat,<br \/>\nfilm hasil garapan <b>Aditya Gumay<\/b> dan <b>Ronny Mepet<\/b> ini berhasil menampilkan<br \/>\ntragedi yang tidak hanya menyayat, tetapi juga membuka ruang refleksi tentang<br \/>\nkemanusiaan.<\/p>\n<p>Film ini mengangkat kehidupan Nia Kurnia Sari<br \/>\n(diperankan oleh <b>Syakira Humaira<\/b>),<br \/>\nseorang remaja 18 tahun yang menjual gorengan untuk menghidupi ibunya, Eli<br \/>\n(Helsi Herlinda), yang mengidap penyakit tiroid, serta dua saudara tirinya.<\/p>\n<p>Dalam kesederhanaan dan ketaatannya, Nia<br \/>\nselalu menjadi sosok yang ceria dan pekerja keras. Namun takdir pahit<br \/>\nmenimpanya ketika ia menjadi korban pemerkosaan dan pembunuhan oleh <b>Andri (Qya Ditra)<\/b>, seorang pengangguran<br \/>\ndan pecandu Narkoba. Pencarian<br \/>\nintensif selama tiga hari melibatkan warga, polisi, dan sosok Makwo yang diperankan begitu kuat oleh <b>Neno Warisman.<\/b><\/p>\n<p>Keberadaan Neno Warisman sebagai Makwo menjadi<br \/>\nsalah satu kekuatan emosional film ini. Dengan ekspresi keibuan dan energi<br \/>\nspiritualnya, Neno menghadirkan karakter yang menjadi pelita di tengah<br \/>\nkegelapan tragedi. Ia menggambarkan sosok Makwo sebagai penggerak harapan,<br \/>\npemimpin pencarian, sekaligus suara nurani masyarakat.<\/p>\n<p>Kehadiran Neno<br \/>\nmembuat film ini semakin hidup dan bermakna bagi penonton.<\/p>\n<p>Tidak hanya<br \/>\nakting yang menyentuh, film \u201cNia Kurnia Sari\u201d juga diperkuat oleh musik yang<br \/>\ndigarap oleh <b>Adam S. Permana<\/b><b>,<\/b> yang selalu bermitra dengan Smaradana pro dalam<br \/>\nsetiap produksi film garapan <b>Aditya Gumay<\/b>. Komposer ini dikenal mampu menyatukan<br \/>\nkeindahan musik dengan kedalaman emosi. Melalui sentuhan musiknya, Adam<br \/>\nmenghadirkan atmosfer pedesaan yang otentik, kepedihan keluarga, hingga harapan<br \/>\nyang bersinar melalui setiap adegan menjadikan<br \/>\npengalaman menonton semakin menghanyutkan.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" style=\"width: 100%\" src=\"https:\/\/imagedelivery.net\/H6_s_Eb_ylTWnSEV3HlmYQ\/prd\/05829ee6-8f9a-43fa-a426-eb4b91a0837c\/public\" alt=\"sumber foto:istimewa\" \/><\/p>\n<p>Film Nia akan resmi tayang serentak pada \u00a04<br \/>\nDesember 2025, di bioskop seluruh Indonesia.<\/p>\n<p>Film ini lolos dengan kategori 13+<br \/>\ndari LSF, film ini menyajikan edukasi tentang kerentanan perempuan, tekanan<br \/>\nsosial-ekonomi, dan pentingnya solidaritas antarwarga.<\/p>\n<p>Tantangan<br \/>\nPara Pemain dalam Menghidupkan Kisah Nyata Para pemain kompak menegaskan bahwa<br \/>\nmengangkat kisah nyata bukan pekerjaan ringan. Pendalaman karakter menjadi<br \/>\nperan kunci keberhasilan film ini.<\/p>\n<p><b>Syakira Humaira,<\/b> pemeran utama sebagai Nia, mengaku harus menjalani pendalaman<br \/>\nintens:<\/p>\n<p>\u201c<i>Saya belajar langsung ke warga<br \/>\nMinang\u2014bahasa, gestur, cara kerja, sampai interaksi sehari-hari. Tantangannya<br \/>\nbesar karena ini tokoh nyata dan kisahnya sangat menyentuh,\u201d ungkapnya.<\/i><\/p>\n<p><b>Qya Ditra,<\/b> pemeran Andri, menyebut peran antagonis ini sebagai yang paling<br \/>\nberat dalam kariernya:<\/p>\n<p><i>\u201cSaya harus memahami pola pikir pecandu dan pelaku tindakan<br \/>\nnegatif. Itu sangat menguras emosi.\u201d<\/i><\/p>\n<p><b>Helsi Herlinda,<\/b> pemeran ibu Nia, mengaku proses syuting berlangsung sangat<br \/>\nemosional:<\/p>\n<p>\u201c<i>Selama syuting saya memilih tidak bicara<br \/>\ndengan Ditra. Saya harus benar-benar membenci karakternya untuk mendalami peran<br \/>\nseorang ibu yang kehilangan anak.\u201d<\/i><\/p>\n<p>Aktor senior Zainal Chaniago bahkan menyebut film ini sebagai<br \/>\nkarya paling membekas dalam 35 tahun perjalanan kariernya\u2014menandakan betapa<br \/>\nkuatnya dampak emosional film ini bagi seluruh pemain.<\/p>\n<p>Tim produksi<br \/>\nberharap film ini dapat menjadi cermin sosial bagi masyarakat Indonesia.<\/p>\n<p>Film ini<br \/>\ntidak sekadar menggambarkan tragedi; ia menyoroti kerentanan perempuan, tekanan<br \/>\nekonomi, keterbatasan aparat di daerah, hingga pentingnya solidaritas warga.<\/p>\n<p>Pesan yang<br \/>\ningin disampaikan jelas: Perlindungan terhadap perempuan bukan hanya tugas<br \/>\nnegara, tetapi tanggung jawab bersama.(Red)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta; \u00a0Suasana haru dan kehangatan memenuhi Epicentrum XXI Jakarta pada Gala Premier film \u201cNia Kurnia Sari\u201d, Senin malam, 24 November 2025. Film yang diangkat dari [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":35682,"comment_status":"close","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-35680","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-indonesia"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/35680","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=35680"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/35680\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":35681,"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/35680\/revisions\/35681"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/35682"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=35680"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=35680"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=35680"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}