{"id":38841,"date":"2026-01-19T21:02:52","date_gmt":"2026-01-19T12:02:52","guid":{"rendered":"https:\/\/seasiaonline.com\/?p=38841"},"modified":"2026-01-19T21:02:52","modified_gmt":"2026-01-19T12:02:52","slug":"krakatau-steel-dorong-p3dn-hadapi-distorsi-impor-baja","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/seasiaonline.com\/?p=38841","title":{"rendered":"Krakatau Steel Dorong P3DN Hadapi Distorsi Impor Baja"},"content":{"rendered":"<p>Jakarta, 19 Januari 2026 &#8211; Pernyataan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita pada forum Business Matching Kementerian Perindustrian pada Desember 2025 mengenai kuatnya pengaruh mafia impor menegaskan bahwa tantangan industri nasional bersifat struktural. Dikatakannya, tekanan impor berharga rendah yang tidak mencerminkan struktur biaya wajar telah mendistorsi pasar dan melemahkan industri dalam negeri. <\/p>\n<p>Pengamat industri<br \/>\nbaja dan pertambangan Widodo Setiadharmaji menilai persoalan impor tidak sehat<br \/>\nharus dipahami sebagai isu kebijakan industri. \u201cKetika pasar terdistorsi oleh<br \/>\nimpor yang disubsidi dan praktik tidak sehat, kehadiran negara melalui kebijakan<br \/>\nmenjadi keharusan untuk memulihkan fairness,\u201d tulis Widodo dalam analisanya<br \/>\npada laman SM Insights.\u00a0<\/p>\n<p><b>P3DN sebagai Kebijakan Sah dan<br \/>\nSejalan Praktik Global<\/b>\u00a0<\/p>\n<p>Dalam<br \/>\nkonteks tersebut, kebijakan Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN)<br \/>\nmelalui TKDN ditempatkan sebagai instrumen korektif yang sah, terukur, dan<br \/>\nsejalan dengan ketentuan perdagangan internasional. P3DN bekerja melalui<br \/>\npengadaan publik, bukan pelarangan impor, sekaligus membuka ruang penciptaan<br \/>\nlapangan kerja dan penguatan struktur industri nasional.\u00a0<\/p>\n<p>Widodo<br \/>\nmenegaskan bahwa pendekatan ini sejalan dengan praktik global. Negara-negara<br \/>\nseperti Amerika Serikat, Uni Eropa, India, hingga Jepang secara aktif<br \/>\nmemanfaatkan preferensi domestik dan pengadaan strategis untuk melindungi<br \/>\nindustri mereka. \u201cP3DN Indonesia berada dalam arus utama kebijakan industri<br \/>\ndunia, bukan penyimpangan,\u201d tegasnya.\u00a0<\/p>\n<p><b>Keberlanjutan Industri Baja<br \/>\nNasional<\/b>\u00a0<\/p>\n<p>PT<br \/>\nKrakatau Steel (Persero) Tbk \/ Krakatau Steel Group (IDX: KRAS) menilai bahwa P3DN merupakan<br \/>\ninstrumen kunci dalam menjaga keberlanjutan industri baja nasional, mengingat<br \/>\nbaja merupakan produk utama dalam berbagai proyek pemerintah dan proyek<br \/>\nstrategis nasional.<\/p>\n<p>Direktur<br \/>\nUtama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Dr. Akbar Djohan, menyampaikan bahwa<br \/>\nP3DN memberikan kepastian arah kebijakan bagi industri.<\/p>\n<p>\u201cP3DN<br \/>\nadalah sinyal kuat kehadiran negara untuk memastikan persaingan yang adil.<br \/>\nKepastian ini penting agar industri baja nasional dapat terus berinvestasi,<br \/>\nberproduksi, dan mendukung pembangunan nasional,\u201d ujar Dr. Akbar Djohan, yang<br \/>\njuga menjabat sebagai Chairman Indonesia Iron &amp; Steel Industry Association<br \/>\n(IISIA) dan Chairman Asosiasi Logistik &amp; Forwarder Indonesia (ALFI\/ILFA).<\/p>\n<p>Implementasi<br \/>\nP3DN sejalan dengan Asta Cita Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, khususnya<br \/>\ndalam penguatan kemandirian ekonomi dan industrialisasi nasional. Melalui P3DN,<br \/>\nbelanja publik diarahkan untuk menutup ruang praktik impor tidak sehat<br \/>\nsekaligus memperkuat fondasi industri strategis nasional.<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p>Press Release juga sudah tayang di <a href=\"https:\/\/www.vritimes.com\/id\/articles\/c93ecef3-0555-442b-b447-2e6235634056\/cc86c9ac-0549-4bf6-9fe3-001eecd54746\">VRITIMES<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta, 19 Januari 2026 &#8211; Pernyataan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita pada forum Business Matching Kementerian Perindustrian pada Desember 2025 mengenai kuatnya pengaruh mafia impor [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":38842,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-38841","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-indonesia"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/38841","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=38841"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/38841\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/38842"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=38841"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=38841"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=38841"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}