{"id":38909,"date":"2026-01-20T20:02:53","date_gmt":"2026-01-20T11:02:53","guid":{"rendered":"https:\/\/seasiaonline.com\/?p=38909"},"modified":"2026-01-20T20:02:53","modified_gmt":"2026-01-20T11:02:53","slug":"program-padat-karya-kementerian-pu-hadirkan-harapan-dan-penghidupan-bagi-lebih-dari-44-ribu-warga-terdampak-bencana-sumatera","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/seasiaonline.com\/?p=38909","title":{"rendered":"Program Padat Karya Kementerian PU Hadirkan Harapan dan Penghidupan bagi Lebih dari 44 Ribu Warga Terdampak Bencana Sumatera"},"content":{"rendered":"<p>ACEH TAMIANG, 20 Januari 2026 &#8211; Upaya penanganan pascabencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera masih terus berlangsung. Selain mengerahkan sejumlah besar alat berat, penanganan itu kini dilakukan dengan mengimplementasikan Program Padat Karya Tunai (PKT).<\/p>\n<p>Implementasi<br \/>\nPKT yang dilakukan oleh Kementerian PU ini tidak hanya fokus pada upaya<br \/>\npembersihan dan perbaikan fisik infrastruktur, tetapi juga memberikan bantalan<br \/>\nekonomi bagi masyarakat terdampak. Hingga 17 Januari<br \/>\n2026, tercatat sebanyak 44.954 warga lokal telah terlibat dalam program ini.<\/p>\n<p>Program PKT juga menjadi wujud nyata kehadiran pemerintah<br \/>\ndalam memulihkan sendi-sendi kehidupan masyarakat di Provinsi Aceh, Sumatera<br \/>\nUtara, dan Sumatera Barat. Pembersihan material sisa bencana, seperti lumpur<br \/>\nyang menumpuk di fasilitas publik dan permukiman, dilakukan secara intensif<br \/>\ndengan melibatkan partisipasi aktif warga.<\/p>\n<p>Menteri PU, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa penanganan<br \/>\npascabencana memiliki dua dimensi, yaitu pemulihan fisik dan pemulihan ekonomi.<br \/>\nMenurutnya, pembangunan infrastruktur harus berjalan beriringan dengan upaya<br \/>\nmenggerakkan kembali roda perekonomian warga yang sempat lumpuh.<\/p>\n<p>&#8220;Tugas kita salah satunya bersih-bersih, dan itu<br \/>\nkita kerjakan 24 jam, di-<i>support<\/i>\u00a0penuh<br \/>\noleh TNI, Polri, dan masyarakat melalui pola padat karya. Kita harus bergerak<br \/>\ncepat supaya perekonomian segera bergulir lagi. Masyarakat harus segera punya\u00a0<i>income<\/i>\u00a0(pendapatan) kembali, apalagi banyak<br \/>\nyang sebelumnya petani dan usahanya rusak akibat bencana,&#8221; ujar Menteri<br \/>\nDody.<\/p>\n<p>Dalam pelaksanaannya, Kementerian PU menerapkan strategi<br \/>\ntaktis di lapangan. Untuk lokasi-lokasi yang sulit dijangkau oleh alat berat,<br \/>\npengerjaan dioptimalkan menggunakan tenaga manusia (padat karya) dengan<br \/>\ndukungan peralatan berukuran kecil. Metode ini terbukti efektif menjangkau<br \/>\nseluruh area terdampak hingga ke sudut-sudut permukiman padat dan fasilitas<br \/>\numum vital, memastikan proses pemulihan berjalan menyeluruh.<\/p>\n<p>Dampak positif program ini dirasakan langsung oleh<br \/>\nmasyarakat. Di SMK 3 Aceh Tamiang, misalnya, meskipun genangan lumpur masih<br \/>\nterlihat pada Senin (19\/1\/2026), aktivitas pembersihan yang dilakukan warga<br \/>\nmemberikan harapan baru.<\/p>\n<p>Tri Kurniawan, warga Karang Baru, Aceh Tamiang,<br \/>\nmenuturkan bahwa Program Padat Karya Tunai menjadi penyelamat ekonominya<br \/>\npascabencana. Selama dua pekan terakhir, ia terlibat aktif membersihkan lumpur<br \/>\ndi lingkungan permukiman, Kantor Kejaksaan Negeri Aceh Tamiang, SMK 3 Aceh<br \/>\nTamiang, hingga SMP Negeri 2 Karang Baru.<\/p>\n<p>\u201cAlhamdulillah, ada pekerjaan. Kita kan sudah tidak ada<br \/>\npekerjaan setelah banjir. Kemarin diajak kakak yang kerja di huntara,&#8221;<br \/>\nujar Tri.<\/p>\n<p>Bagi Tri, upah yang diterimanya sangat dapat menopang<br \/>\nkebutuhan hidup sehari-hari dan membantu orang tuanya yang tidak lagi bisa<br \/>\nbekerja akibat bencana.<\/p>\n<p>Hal senada diungkapkan Ikhsan Putra, warga Kuala Simpang.<br \/>\nSebelum bencana, Ikhsan menggantungkan hidup sebagai pedagang makanan ringan.<br \/>\nNamun, kerusakan lingkungan akibat banjir memaksanya menghentikan usaha.<br \/>\nMelalui pelibatan dalam pembersihan saluran drainase dan fasilitas umum, Ikhsan<br \/>\nkini memiliki penghasilan pengganti.<\/p>\n<p>\u201cSejak banjir, warung saya tidak bisa jalan karena rumah<br \/>\ndan lingkungan kotor semua. Dengan ikut padat karya ini, saya bisa tetap punya<br \/>\npenghasilan sambil membersihkan daerah sendiri,\u201d tutur Ikhsan, seraya<br \/>\nmenambahkan bahwa upah hariannya dapat memenuhi kebutuhan keluarga dan biaya<br \/>\nsekolah anak-anaknya.<\/p>\n<p>Berdasarkan data Kementerian PU per 17 Januari 2026,<br \/>\nprogram penanganan bencana berbasis Infrastruktur Berbasis Masyarakat (IBM) ini<br \/>\ntelah menyerap 44.954 orang tenaga kerja. Program ini diharapkan dapat terus<br \/>\nmenjadi katalisator bagi warga terdampak untuk bangkit, menata kembali<br \/>\nlingkungan, sekaligus memulihkan kondisi ekonomi masyarakat secara bermartabat.<\/p>\n<p>Program kerja ini merupakan bagian dari \u201cSetahun Bekerja,<br \/>\nBergerak &#8211; Berdampak\u201d dalam menjalankan ASTA CITA dari Presiden Prabowo<br \/>\nSubianto.<\/p>\n<p>#SigapMembangunNegeriUntukRakyat<\/p>\n<p>#SetahunBerdampak<\/p>\n<p>Press Release juga sudah tayang di <a href=\"https:\/\/www.vritimes.com\/id\/articles\/144019dc-808a-4678-8331-72317289263d\/f4555df3-debf-4894-8761-b45a4490f0d2\">VRITIMES<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ACEH TAMIANG, 20 Januari 2026 &#8211; Upaya penanganan pascabencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera masih terus berlangsung. Selain mengerahkan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":38910,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-38909","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-indonesia"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/38909","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=38909"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/38909\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/38910"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=38909"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=38909"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=38909"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}