{"id":40715,"date":"2026-02-25T13:02:52","date_gmt":"2026-02-25T04:02:52","guid":{"rendered":"https:\/\/seasiaonline.com\/?p=40715"},"modified":"2026-02-25T13:02:52","modified_gmt":"2026-02-25T04:02:52","slug":"kai-divre-iv-tanjungkarang-ingatkan-masyarakat-dilarang-beraktivitas-di-jalur-kereta-api","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/seasiaonline.com\/?p=40715","title":{"rendered":"KAI Divre IV Tanjungkarang Ingatkan Masyarakat Dilarang Beraktivitas di Jalur Kereta Api"},"content":{"rendered":"<p>PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional IV<br \/>\nTanjungkarang kembali mengingatkan masyarakat agar selalu waspada dan<br \/>\nberhati-hati saat melintasi perlintasan sebidang serta tidak beraktivitas di<br \/>\nsekitar jalur kereta api. Aktivitas di jalur rel maupun ruang manfaat jalur<br \/>\nkereta api sangat berbahaya dan berpotensi menimbulkan kecelakaan.<\/p>\n<p>Pelanggaran di perlintasan sebidang maupun keberadaan<br \/>\nmasyarakat di jalur kereta api dapat membahayakan keselamatan perjalanan kereta<br \/>\napi, petugas, pelanggan, serta masyarakat itu sendiri. Selain berisiko tinggi,<br \/>\naktivitas tersebut juga melanggar ketentuan peraturan perundang-undangan dan<br \/>\ndapat dikenakan sanksi pidana maupun denda.<\/p>\n<p>Manajer Humas KAI Divre IV Tanjungkarang, Azhar Zaki<br \/>\nAssjari, menyampaikan bahwa masih ditemukan masyarakat yang berada atau<br \/>\nberaktivitas di sekitar jalur rel, baik untuk berjalan kaki, duduk, bermain,<br \/>\nmaupun melakukan aktivitas lainnya.<\/p>\n<p>\u201cKAI Divre IV Tanjungkarang mengingatkan bahwa jalur kereta<br \/>\napi bukan merupakan area umum untuk beraktivitas. Jalur rel hanya diperuntukkan<br \/>\nbagi operasional kereta api, sehingga keberadaan masyarakat di area tersebut<br \/>\nsangat berbahaya dan dapat mengancam keselamatan,\u201d ujar Azhar.<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p>Lebih lanjut Azhar menjelaskan bahwa larangan beraktivitas<br \/>\ndi jalur kereta api telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007<br \/>\ntentang Perkeretaapian. Pada Pasal 181 ayat (1) disebutkan bahwa setiap orang<br \/>\ndilarang berada di ruang manfaat jalur kereta api serta dilarang melakukan<br \/>\naktivitas selain untuk kepentingan operasional kereta api. Pelanggaran terhadap<br \/>\nketentuan tersebut dapat dikenakan sanksi pidana penjara maksimal tiga bulan<br \/>\natau denda paling banyak Rp15.000.000 sebagaimana diatur dalam Pasal 199<br \/>\nUndang-Undang tersebut.<\/p>\n<p>Sebagai langkah pencegahan, KAI Divre IV Tanjungkarang<br \/>\nsecara konsisten melaksanakan sosialisasi keselamatan kepada masyarakat,<br \/>\ntermasuk melalui edukasi di sekolah, komunitas, serta masyarakat yang tinggal<br \/>\ndi sekitar jalur kereta api. Selain itu, KAI juga meningkatkan patroli keamanan<br \/>\nserta pengawasan di titik-titik yang berpotensi terjadi pelanggaran.<\/p>\n<p>KAI Divre IV Tanjungkarang juga mengimbau masyarakat agar<br \/>\nselalu mematuhi rambu-rambu di perlintasan sebidang dan mendahulukan perjalanan<br \/>\nkereta api demi keselamatan bersama. Kewaspadaan dan kepatuhan terhadap aturan<br \/>\nmerupakan kunci utama dalam menciptakan perjalanan kereta api yang aman dan<br \/>\ntertib.<\/p>\n<p>\u201cKami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga<br \/>\nkeselamatan perjalanan kereta api dengan tidak beraktivitas di jalur rel serta<br \/>\nmematuhi seluruh peraturan yang berlaku. Keselamatan perjalanan kereta api<br \/>\nmerupakan tanggung jawab bersama, dan dukungan masyarakat sangat penting dalam<br \/>\nmenciptakan lingkungan perkeretaapian yang aman, tertib, dan nyaman,\u201d tutup<br \/>\nAzhar.<\/p>\n<p>Press Release juga sudah tayang di <a href=\"https:\/\/vritimes.com\/id\/articles\/e41dc381-e5fa-4114-8d5a-339cb0e32d72\/52466e54-2ba2-4e73-bd67-2f8a06dc79b3\">VRITIMES<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional IV Tanjungkarang kembali mengingatkan masyarakat agar selalu waspada dan berhati-hati saat melintasi perlintasan sebidang serta tidak beraktivitas di [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":40716,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-40715","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-indonesia"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/40715","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=40715"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/40715\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/40716"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=40715"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=40715"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=40715"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}