{"id":43174,"date":"2026-04-21T13:02:50","date_gmt":"2026-04-21T04:02:50","guid":{"rendered":"https:\/\/seasiaonline.com\/?p=43174"},"modified":"2026-04-21T13:02:50","modified_gmt":"2026-04-21T04:02:50","slug":"banyumas-jadi-titik-awal-gerakan-herbal-rempah-indonesia-resmi-diluncurkan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/seasiaonline.com\/?p=43174","title":{"rendered":"Banyumas Jadi Titik Awal: Gerakan Herbal &amp; Rempah Indonesia Resmi Diluncurkan"},"content":{"rendered":"<p><b>Banyumas, 21 April 2026<\/b> \u2013 Banyumas menjadi titik<br \/>\npenting lahirnya sebuah langkah besar bagi masa depan industri kesehatan<br \/>\nIndonesia. Sabtu (18\/4), <b>Perkumpulan Pelaku Jamu Alami Indonesia (PPJAI)<br \/>\nresmi mendeklarasikan <i>Gerakan Herbal dan Rempah Indonesia<\/i><\/b> di Bumiku<br \/>\nBumimu (BBH) Hijau Farm, Ajibarang sebuah momentum yang menandai dimulainya<br \/>\nbabak baru kebangkitan jamu dan rempah Nusantara.<\/p>\n<p>\u00a0Deklarasi ini mendapat<br \/>\nperhatian langsung dari pemerintah pusat. <b>Menteri Koordinator Bidang Pangan<br \/>\nRI, Dr. (H.C) Zulkifli Hasan, S.E., M.M.<\/b>, hadir di tengah para pelaku jamu,<br \/>\npetani, dan peternak. Kehadiran ini menjadi sinyal positif bahwa herbal dan<br \/>\nrempah mulai ditempatkan sebagai bagian penting dalam strategi ketahanan pangan<br \/>\nsekaligus penguatan ekonomi berbasis kerakyatan.<\/p>\n<p>\u00a0Dipimpin oleh Ketua Umum<br \/>\nPPJAI, apt. Heri Susanto, S.Farm., ratusan pelaku usaha dari berbagai daerah<br \/>\nmenyatukan komitmen untuk membawa jamu dan rempah Indonesia naik kelas. Bukan<br \/>\nhanya menjaga tradisi, tetapi juga mendorong inovasi, standarisasi, dan perluasan<br \/>\nakses pasar agar produk lokal mampu bersaing secara lebih luas.<\/p>\n<p>\u00a0Acara ini juga menghadirkan<br \/>\nruang dialog yang mempertemukan pemerintah dengan pelaku di lapangan. Diskusi<br \/>\nantara Menko Pangan RI dengan petani, peternak, dan produsen jamu membuka<br \/>\nberbagai perspektif, mulai dari tantangan produksi, kualitas bahan baku, hingga<br \/>\ndistribusi dan daya saing produk. Momen ini menjadi langkah penting dalam<br \/>\nmenyelaraskan arah kebijakan dengan kebutuhan nyata di industri herbal.<\/p>\n<p>\u00a0Turut hadir, inisiator<br \/>\nBadan Herbal Rempah Republik Indonesia, Prof. Yudhie Haryono, Ph.D., bersama <b>Ketua<br \/>\nDewan Pembina PPJAI, Mukit Hendrayutno, S.T.,<\/b> yang menegaskan bahwa \u201cgerakan<br \/>\nini dirancang sebagai upaya jangka panjang. Fokusnya adalah membangun ekosistem<br \/>\nyang lebih kuat, meningkatkan posisi tawar pelaku lokal, serta mendorong<br \/>\nterciptanya nilai tambah yang lebih besar bagi petani dan pelaku usaha jamu<br \/>\ntradisional.\u201d<\/p>\n<p>\u00a0Sebagai negara dengan<br \/>\nkekayaan tanaman herbal dan rempah yang melimpah, Indonesia memiliki peluang<br \/>\nbesar untuk menjadi pemain utama di industri ini. Namun, potensi tersebut<br \/>\nselama ini belum sepenuhnya dioptimalkan. Melalui gerakan ini, PPJAI mendorong<br \/>\nkolaborasi lintas sektor agar kekayaan tersebut dapat dikelola secara lebih<br \/>\nterarah dan berkelanjutan.<\/p>\n<p>Rangkaian<br \/>\nkegiatan dalam deklarasi ini dirancang menyeluruh, mulai dari penyampaian visi<br \/>\ngerakan, prosesi deklarasi, dialog terbuka, hingga kunjungan ke kawasan<br \/>\npeternakan terpadu dan pameran produk unggulan. Semua ini menjadi gambaran<br \/>\nbahwa gerakan ini tidak berhenti pada seremoni, tetapi diarahkan pada langkah<br \/>\nnyata di lapangan.<\/p>\n<p>Gerakan<br \/>\nHerbal dan Rempah Indonesia membawa harapan baru, bahwa kekayaan alam Nusantara<br \/>\ntidak hanya dikenal, tetapi juga memberi dampak nyata bagi kesejahteraan<br \/>\nmasyarakat. Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah, pelaku usaha, dan<br \/>\nberbagai pihak, langkah ini berpotensi membuka jalan bagi Indonesia untuk tampil<br \/>\nlebih percaya diri sebagai pusat industri herbal dan rempah di tingkat global.<\/p>\n<p>Press Release juga sudah tayang di <a href=\"https:\/\/vritimes.com\/id\/articles\/254602ef-6ad5-44ea-9a69-f785d77bcd31\/b1ee52cd-fda8-4ac3-813d-61ec2d114a6c\">VRITIMES<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Banyumas, 21 April 2026 \u2013 Banyumas menjadi titik penting lahirnya sebuah langkah besar bagi masa depan industri kesehatan Indonesia. Sabtu (18\/4), Perkumpulan Pelaku Jamu Alami [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":43175,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-43174","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-indonesia"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/43174","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=43174"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/43174\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/43175"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=43174"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=43174"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/seasiaonline.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=43174"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}