Pelindo Gresik Integrasikan Sistem Tiket, Perkuat Akurasi Manifest Penumpang

Pelindo Gresik Integrasikan Sistem Tiket, Perkuat Akurasi Manifest Penumpang

Gresik, September 2026 — Transformasi digital menjadi salah
satu strategi PT Pelindo Multi Terminal dalam meningkatkan kualitas layanan
kepelabuhanan. Di Terminal Penumpang Pelabuhan Gresik, upaya tersebut
diwujudkan melalui dorongan integrasi sistem tiket penumpang milik PT Sakti
Inti Makmur dengan SeaPass, sistem layanan penumpang yang digunakan Pelindo
Multi Terminal.

Integrasi ini tidak sekadar menyangkut konektivitas
antarsistem. Lebih jauh, langkah tersebut diarahkan untuk memastikan data
penumpang yang dikelola perusahaan pelayaran, pengelola terminal, maupun Kantor
Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) memiliki kesesuaian dan dapat
dimanfaatkan secara lebih efektif. Bagi operasional pelabuhan, validitas data
manifest merupakan elemen penting. Data yang akurat dibutuhkan untuk mendukung
kelancaran proses pelayanan, pengawasan, hingga penanganan kondisi tertentu
yang membutuhkan identifikasi penumpang secara cepat.

Branch Manager Pelindo Multi Terminal Gresik, Sutopo,
mengatakan integrasi sistem menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas
pelayanan penumpang melalui pemanfaatan teknologi.

“Kami mendorong agar seluruh pelayaran penumpang ke depan
dapat terintegrasi dengan baik. Dengan demikian, data penumpang menjadi lebih
akurat dan pelayanan di terminal bisa semakin mudah, cepat, dan efektif,” ujar
Sutopo.

Menurut dia, integrasi antarsistem juga penting untuk
membangun keselarasan informasi antara perusahaan pelayaran dengan pengelola
terminal. Dengan basis data yang lebih sinkron, potensi perbedaan informasi
dalam manifest dapat diminimalkan.

“Yang ingin kami bangun bukan hanya sistem yang terhubung,
tetapi juga proses pelayanan yang lebih tertib. Data yang masuk harus memiliki
kesesuaian sehingga setiap pihak yang berkepentingan memiliki referensi
informasi yang sama,” jelasnya.

Integrasi sistem tiket dengan SeaPass diharapkan memberikan
dampak langsung terhadap proses pelayanan penumpang di terminal. Pengelolaan
data yang sebelumnya berpotensi dilakukan melalui beberapa tahapan dapat
diarahkan menjadi lebih sederhana karena informasi dapat dipertukarkan
antarsistem. Dari perspektif bisnis dan operasional, digitalisasi tersebut
dapat meningkatkan efisiensi sekaligus mengurangi potensi duplikasi pekerjaan
dalam pengelolaan data.

“Ketika sistem sudah terintegrasi, proses verifikasi dan
pengelolaan data tentu menjadi lebih sederhana. Ini akan membantu petugas di
lapangan sekaligus memberikan pengalaman layanan yang lebih baik bagi
penumpang,” kata Sutopo.

Bagi Pelindo Multi Terminal, penguatan sistem digital juga
menjadi bagian dari agenda peningkatan produktivitas dan kualitas layanan.
Pelabuhan tidak hanya dituntut memiliki infrastruktur fisik yang memadai,
tetapi juga membutuhkan sistem informasi yang mampu menopang aktivitas
operasional secara terintegrasi.

Di sisi lain, manfaat integrasi data tidak berhenti pada
aspek pelayanan. Data manifest yang akurat memiliki fungsi strategis dalam
mendukung keselamatan dan kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat. Dalam
situasi tertentu, informasi mengenai jumlah dan identitas penumpang menjadi
bagian penting dalam proses identifikasi dan penanganan. Karena itu, semakin
baik kualitas data yang tersedia, semakin mudah pula pihak-pihak terkait
melakukan koordinasi ketika diperlukan.

“Manifest bukan hanya persoalan administrasi. Data penumpang
juga berkaitan dengan keselamatan. Ketika terjadi kondisi darurat, data yang
akurat akan sangat membantu proses identifikasi dan koordinasi,” tutur Sutopo.

Dalam pertemuan antara PT Pelindo Multi Terminal Branch
Gresik dan PT Sakti Inti Makmur, pihak perusahaan pelayaran menyatakan
persetujuan dan kesediaan untuk melakukan integrasi sistem tiket dengan
SeaPass. Tahap berikutnya akan difokuskan pada penyesuaian aspek teknis
antarsistem. Proses tersebut mencakup kebutuhan integrasi data dan mekanisme
pertukaran informasi agar sistem dapat berjalan secara optimal tanpa mengganggu
proses operasional yang telah berlangsung.

Pelindo Multi Terminal Branch Gresik memandang kolaborasi
antarpemangku kepentingan sebagai faktor penting dalam membangun ekosistem
pelayanan pelabuhan yang semakin terintegrasi. Dengan semakin terintegrasinya
data antara perusahaan pelayaran, pengelola terminal, dan regulator, proses
pelayanan diharapkan menjadi lebih sederhana dan terukur. Pada saat yang sama,
kualitas informasi yang tersedia dapat mendukung pengambilan keputusan serta
koordinasi operasional secara lebih cepat.

“Harapannya, integrasi ini menjadi langkah awal untuk
membangun ekosistem pelayanan penumpang yang semakin terhubung. Kami ingin
pelayanan di Pelabuhan Gresik semakin tertib, efisien, aman, dan tentunya
memberikan kemudahan bagi masyarakat,” pungkas Sutopo.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CAPTCHA